Langsung ke konten utama

A Story Behind Drizzle

-->
Aku membenci gerimis. Entah kenapa. Gerimis selalu memberi aura buruk di hidupku. Termasuk saat kelahiranku. Aku lahir di saat gerimis turun. Nyawa mama hampir melayang saat itu. Namun yang aku tak habis pikir mama malah memberiku nama Drizzy.
Saat ini aku duduk di bangku taman. Masih bersamamu, di sampingmu. Namun hari ini kulihat wajahmu layu seolah tak ada gairah. Cuaca cukup cerah. Sesungguhnya aku berulang kali menyapamu. Tapi kau tak menoleh sedikitpun. Mungkin kau sedang tak mau diganggu. Akhirnya aku letih dan memilih diam.
Di tengah kediamanku, flashback kejadian yang terjadi antara aku dan kamu membentuk sileut yang tergambar jelas di area pikiranku.
Setelah menerima pesan singkatmu, aku bergegas ke taman. Aku duduk di kursi ini. Kursi yang menjadi saksi perasaan kita. Kursi yang kugunakan untuk mengatakan betapa aku mencintaimu.
Aku menunggumu hingga senja datang. Namun batang hidungmu sedikitpun tak tampak.  Aku tetap menunggumu hingga gerimis perlahan turun. Aku masih bertahan menantimu meski aku membenci gerimis. Langit sangat gelap ditutupi mendung. Aku tahu hujan deras akan datang setelah gerimis hilang.
Ya, benar saja. Sesaat kemudian gerimis berganti menjadi hujan lebat. Gelap mulai menyelimuti bumi. Namun aku tetap bertahan. Aku tahu kau akan datang. Aku sangat memahami karaktermu. Kau bukanlah wanita pengingkar janji.
Semenit, dua menit, tiga menit, setengah jam, sejam, dua jam, waktu berlalu. Namun kau tetap tak datang juga. Hujan lebat telah digantikan oleh gerimis-gerimis kecil. Aku mencoba menghubungimu. Namun nomermu selalu sibuk. Aku melangkah gontai meninggalkan taman. Kau tahu? Padahal aku sangat merindukanmu.
Berjalan di tengah gerimis ditemani baju basah membuatku merasa pusing. Aku tak mampu berjalan normal. Hingga aku tak sadar berjalan di tengah jalan dan sebuah mobil menabrakku.
Citttt… bunyi rem yang dipijak mendadak, menggema di udara malam itu. Aku terkulai di aspal. Kepalaku pecah. Darah dari mulut, hidung, kepala, dan beberapa anggota tubuhku berceceran di aspal.
Dari ujung jalan kau lari tergopoh-gopoh. Mobil yang menabrakku kabur begitu saja. Kau menghampiri jasadku yang terkulai. Kau menangis. Tak lama kemudian ambulans yang kau panggil datang dan membawaku ke rumah sakit. Dokter mencoba memasang berbagai alat untuk menyelamatkanku. Aku mencoba memasuki ragaku. Tapi sia-sia. Jiwaku telah berpisah dari ragaku. Kau histeris. Rehan, sahabatku, berdiri di sampingmu dan mencoba menenangkanmu.
“Sabar Metha, ini yang terbaik untuk Drizzy,” ujarnya.
Kau menangis di dadanya. Ingin rasanya aku berteriak melihat hal itu. Aku cemburu. Aku tau Rehan sangat menginginkanmu. Namun selama ada aku di sisimu ia tak mungkin mendapatkanmu.
Dan kini kau masih tetap diam di kursi kita. Pipimu telah basah oleh airmata. Mungkin kau teringat akan kejadian setahun lalu itu. Ingin aku menghapus air matamu, namun setiap kali kucoba, tanganku menembus tubuhmu.
Tiba-tiba gerimis turun. Ah, aku membencinya. Sangat membencinya. Dan benar saja, gerimis selalu memberi nuansa buruk. Rehan datang dengan payung di tangannya. Menghampirimu dan mengajak pergi seraya memayungimu.
“Lupakan kejadian itu, sayang. Ada aku disini. Lupakan Drizzy. Dia masa lalu. Please, ingat anak-anak kita.”
Aku terkejut. Gerimis masih turun. Namun aku hanya bisa terduduk lunglai menatap kepergianmu bersama Rehan, pengemudi mobil yang menabrakku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesan dan Pesan Untuk Asisten Laboratorium Fisika Kami (Kak Yosico Indagiarmi)

Assalamualaikum.. Dear kak Yosi yang cantik.. Sebenarnya di awal Dika bingung harus ngebuat apa berhubung dan dikarenakan Dika sadar bahwa Dika tidak termasuk orang kreatif :D Oke, jadi awal ceritanya tuh udah dapet ide mau buat kartu ucapanlah, mau buat videolah, mau nyatuin foto pake videomaker lah, bla bla bla. Namun dikarenakan ketidakpandaian manajemen waktu, akhirnya keter deh segalanya dan Dika memutuskan untuk mempost kesan dan pesan Dika di sini :D Awal mulanya Dika ingin berterimakasih kepada kakak yang telah membimbing kami selama satu semester dengan penuh kesabaran. Kami sadar bahwa kami benar-benar pusing dibuat mata kuliah fisika, namun kakak dengan sabar mengarahkan setiap praktikum yang kami jalani dan membuat kami menjadi senang dalam mengikuti mata kuliah ini ^^ Kesan dan pesan Dika terlampir di foto di bawah ini (maaf kurang kreatif kak :v) Kesannya tuh seperti tulisan saya di atas, kak Yosi itu cantik. Beneran deh, dari awal kita lihat kakak ...

Rindu

Sering banget saat futur rindu pada diri yang dulu... Ya, rindu lama-lama bermunajat, nangis saat shalat malam, hanya karena tahu bahwa kalo tanpa pertolonganNya ga mungkin diri ini bisa kuat menjalani hidup. Rindu begitu ambis mengejar mimpi, sampai tiap malam getol belajar sampai subuh, terus ga tidur lagi. Terkadang hidup rasanya mundur ke belakang, apalagi saat setan mulai sibuk menggoda. Udah tahu setan itu musuh manusia, kok ya mau aja nurut sama setan ya.  Dasar manusia. Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhu  berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  biasa membaca do’a: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ “ Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan,...

Muhammad Al-Fatih

 I have so much favorite books. But i will tell about the last book that i read. The title ia Muhammad Al-Fatih 1453. This is one of the best book that I read. This book tell about how Muhammad Al-Fatih grew up, how ulama learned him, how her parents gave them the best lessons from the best teachers, and how he is Obey to syariah. He is the one who never left salah, baik yang wajib maupun rawatib, beliau juga ahli shalat malam yang sebagian besar waktu malamnya dihabiskan untuk bertaqarrub kepada Allah. Semoga kita bisa menjadi salah satu hamba pilihan Allah sepertinya. Semoga Allah berkahi umur kita untuk dapat memberikan sebaik-baik pengabdian untukNya :)