Kalau kita suka sama orang, biasanya bakalan deg-degan kalo mau ketemu. Terus sebisa mungkin mempersiapkan yang terbaik, dari mulai pakaian hingga cara bertingkah laku. Pastinya kita prepare bahkan sejak satu malam sebelumnya. Tapi... Untuk sesuatu yang lebih pasti malah kita sangat minim persiapan. Padahal sudah pasti ia akan menghampiri. Mungkin akan ada masa Allah rindu pada kita sehingga Allah pengen kita hanya dekat-dekat denganNya. Tapi bekal apa yang sudah kita persiapkan untuk menjemput hari itu? Seringnya masih minim. Pikiran kita terlalu sering dipergunakan untuk memikirkan dunia yang jelas fana. Hingga terlupa bahwa akhirat adalah tempat pasti untuk kembali... Malam ini kepikiran, kalo Allah manggil kita saat ini, apakah bekal kita sudah cukup? Malu gak sih ngaku sok-sok cinta sama Allah tapi ga ngasih persiapan terbaik? Padahal ke manusia aja seprepare itu~ N
Little sharing from a part of the world