Beberapa saat lalu ngebatin, ya Allah pengen banget bisa berdoa yang benar-benar khusyuk seperti waktu-waktu dulu. Entah kenapa dunia begitu mendistraksi belakangan.
Hingga Allah tunjukkan satu per satu peristiwa yang buat berpikir, ohh iya gaada manusia yang sempurna. Ohh iya ini salah, ini benar. Ohh iya, sebenarnya kejadiannya seperti itu, tapi aku malah berpikirnya seperti ini. Allah lapangkan pikiran dan hati untuk menerima kenyataan-kenyataan yang ternyata emang bertentangan dengan apa yang dipikirkan selama ini. Meski pada akhirnya menimbulkan rasa kecewa karena mungkin selama ini meletakkan ekspektasi kepada manusia.
Tentu saja tatkala kecewa itu hadir ga akan mudah menerimanya, tapi denial pun tidak akan memberikan pengaruh yang baik.
Terima kasih kepada diri yang selalu berusaha menerima setiap takdir dengan kelapangan hati. Benarlah bahwa doa-doa itu pasti akan selalu sampai. Mungkin jawabannya ga akan instan, tapi pasti akan terjawab.
Hingga siang ini, ketika hati dan pikiran semakin plong untuk menerima segala takdir yang terjadi, menerima segala kekecewaan atas ekspektasi-ekspektasi dalam kehidupan, Allah izinkan merasakan nikmatnya berkhalwat denganNya.
Bahwa ternyata yang kita butuhkan hanya Dia. Hanya kasih sayangNya. Hanya bagaimana Ia ridho dengan apapun langkah yang kita tempuh di dunia. Saat Ia ridho, sudah cukup. Dunia ga berarti apa-apa lagi :)
Allah, terima kasih untuk segala cinta dan kasih yang Engkau beri. Di balik setiap ujian pasti ada hikmah yang pada akhirnya mendekatkan padaNya atau pun semakin kagum atas rencana-rencanaNya. Hadza min fadhli Rabbi~~
😊😊😊
Komentar
Posting Komentar
Jangan ragu komentar ya, Teman ;)