Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

Penatian

30 Hari Menulis Surat Cinta 17 Februari 2015 Kepada Special Someone in The Future Dear kamu yang di mana pun kini sedang berada. Aku tidak tahu siapa dirimu, seperti apa rupamu, bahkan apa-apa saja yang kau sukai dan kau benci. Atau mungkinkah aku mengenalmu? Apakah mungkin kau telah berada sedemikian dekat denganku namun tak kusadari hingga saatnya tepat untuk aku menyadarinya? Atau mungkinkah kita masih belum kenal hingga saat ini? Ah, memikirkan semua kemungkinan itu membuatku lelah sendiri. Toh, suatu saat Tuhan yang baik akan menemukan dan mempersatukan kita kelak. Kemungkinan apa pun bisa terjadi di masa depan. Seseorang di sana, aku percaya siapapun engkau (yang diberikan Tuhan untukku) engkaulah lelaki yang paling baik yang akan menjadi pembimbingku menuju jalanNya, baik di dunia dan di akhirat kelak. Mungkin saat ini kita masih menjadi aku dan kamu. Namun aku yakin, saat waktunya tepat, Tuhan akan mengubah aku dan kamu menjadi kita! Ya, kita! Aku yakin ...

Semangat!

30 Hari Menulis Surat Cinta 16 Februari 2015 Dear kakakku sayang, Apa kabar? Rasanya sudah lama sekali kita tidak saling ngebuli di dunia nyata :D Baik-baik ya kuliahnya! Biar bisa membanggakan orang tua dan keluarga! Cepetan nyusun skripsinya, jangan pacaran mulu!  Tetap semangat yaa!! Salam kangen, Adikmu terimut

Heart

30 Hari Menulis Surat Cinta 15  Februari 2015 Dear hati, Jaga baik-baik dirimu, ya! Serahkan dirimu kepada sosok yang tepat dan di waktu yang tepat :)

Best of The Best

30 Hari Menulis Surat Cinta 14 Februari 2015 Kepada Sahabat Terbaikku (Polem) Dear Polem Jelek, Hampir 13 tahun kita saling mengenal. Begitu banyak hari-hari yang kita lalui bersama. Berjuang bersama, menghadapi banyak masalah bersama, dan bersenang-senang bersama. Meski kini kita tak lagi bisa menjalani setiap hari bersama, namun kita masih mencoba menjaga komunikasi. Rasanya beruntung sekali menemukanmu dan menjadikanmu salah satu yang terpenting dalam hidupku. Darimu kuperoleh banyak motivasi yang mendukungku untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya. Jika orang bilang menemukan sahabat sejati itu sulit, aku berharap persahabatan kita akan sejati hingga kita tua nanti. Hingga kita meraih kesuksesan yang selalu kita mimpikan sejak dulu dan sedang kita perjuangkan saat ini. Rasanya waktu berlalu begitu cepat. Rasanya baru kemarin kita menggunakan baju putih merah dan bermain-main layaknya anak kecil yang tidak tahu begitu banyak masalah yang ada di dunia ini. Nam...

Ada dan Tiada Dirimu

30 Hari Menulis Surat Cinta 13 Februari 2015 Dear Bunda, Apa kabar di alammu sana? Apakah kau baik-baik saja? Apakah para malaikat memperlakukanmu dengan baik? Aku harap Tuhan mendengar setiap doa yang kuucapkan untukmu, Bunda. Bunda, aku tak mengenal sosokmu sedari dulu. Aku hanya tahu engkau ada dan pernah menimangku. Bunda, rasa rindu ini kian membuncah khususnya tatkala kesedihan menghampiriku. Aku ingin engkau di sini. Mendengar setiap ceritaku. Pantaskah aku cemburu kepada mereka yang dapat bercanda ria dan menceritakan segala isi hati serta keluh kesahnya kepada ibunya? Terkadang aku bimbang, sedih. Namun aku percaya engkau selalu ada di sisiku. Engkau menjagaku dari kejauhan. Bukankah itu memang tugasmu, Bunda? Bunda, meski aku tak tahu bagaimana rupamu, meski aku tak tahu bagaimana kebiasaanmu, namun engkau selalu di hatiku. Bunda, aku berharap lantunan ayat suci Al-quran yang senantiasa kubaca bisa sampai ke tempat peristirahatanmu, agar kau pun bisa ...

The Success Way

30 Hari Menulis Surat Cinta 12 Februari 2015 Dear adekku yang cantik, Apa kabar, Sayang? Sudah lama kita tidak bertemu. Rasa rindu ini kian hari kian menumpuk tak tertahankan. Masih teringat tiga tahun lalu saat terakhir kalinya kita bertemu, kita tidur bareng, jalan-jalan, dan makan di restoran apung bareng Mas Budi dan adek-adek kita (Lili sama Putri). Selain itu kita juga bersepeda keliling kota. Seru banget! Pengalaman langka menurut mbak, sih :D Meskipun jarak memisahkan kita, namun kita masih menjaga komunikasi di tengah-tengah kesibukan kita masing-masing. Bahkan terkadang kamu meminta saran akan sesuatu. Adikku sayang, jangan mudah menyerah dalam menghadapi kehidupan ini. Ingatlah jika saat ini kita keras pada kehidupan, di masa yang akan datang kehidupan akan lunak pada kita. Begitu juga sebaliknya, jika kita lunak pada kehidupan di masa sekarang, kehidupan akan keras pada kita di masa yang akan datang. Nah, sekarang tinggal kitalah yang memilih mau menjadi ...