30
Hari Menulis Surat Cinta
12
Februari 2015
Dear
adekku yang cantik,
Apa
kabar, Sayang? Sudah lama kita tidak bertemu. Rasa rindu ini kian hari kian
menumpuk tak tertahankan. Masih teringat tiga tahun lalu saat terakhir kalinya
kita bertemu, kita tidur bareng, jalan-jalan, dan makan di restoran apung
bareng Mas Budi dan adek-adek kita (Lili sama Putri). Selain itu kita juga
bersepeda keliling kota. Seru banget! Pengalaman langka menurut mbak, sih :D
Meskipun
jarak memisahkan kita, namun kita masih menjaga komunikasi di tengah-tengah
kesibukan kita masing-masing. Bahkan terkadang kamu meminta saran akan sesuatu.
Adikku sayang, jangan mudah menyerah dalam menghadapi kehidupan ini. Ingatlah
jika saat ini kita keras pada kehidupan, di masa yang akan datang kehidupan
akan lunak pada kita. Begitu juga sebaliknya, jika kita lunak pada kehidupan di
masa sekarang, kehidupan akan keras pada kita di masa yang akan datang. Nah,
sekarang tinggal kitalah yang memilih mau menjadi seperti apa di masa depan.
Adikku
sayang, menuju kesuksesan itu banyak rintangan yang harus dilalui. Memang
begitulah jalannya. Jadi, jangan sekali-sekali menyerah sebelum kamu mencoba
jalan menuju kesuksesan itu. Hadapi semuanya dengan berani! Percayalah bahwa
kita mampu menjadi kebanggan untuk keluarga kita di masa yang akan datang!
Salam
sayang,
Mbakmu
yang nun jauh di Pulau Sumatera
Komentar
Posting Komentar
Jangan ragu komentar ya, Teman ;)