Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Muhammad Al-Fatih

 Kali ini aku pengen ngereview buku yang belakangan kubaca. Nah, jadi kemarin itu bela-belain baca buku Muhammad Al-Fatih karya ustadz Felix Y. Siauw. Alhamdulillah, bisa kholas dua hari. Yey.. Dalam buku ini mengisahkan tentang sesosok Al-Fatih dari masa kecilnya sampai bagaimana beliau mampu menakhlukkan konstatinopel. Ayahnya, Sultan  Murad II, memiliki tiga orang putra di mana dua di antaranya dibunuh saat masih kecil. Jelas saja banyak yang ingin membunuh anak-anak sultan karena cita-cita Khalifah Turki Utsmani sejak dulu adalah menakhlukkan Konstatinopel. Begitu banyak pihak yang worry cita-cita itu terwujud. Hingga akhirnya Sultan Muhammad Al-Fatih atau nama aslinya Sultan Mehmed akhirnya menjadi harapan terakhir Kesultanan Turki Utsmani. Sejak umur 9 tahun beliau telah diajari pemerintahan oleh ayahnya. Beberapa kali sempat gagal dan diremehkan namun akhirnya dari sana beliau belajar. Sifatnya yang keras dimanfaatkan ayahnya untuk mengajarinya prinsip islam yang lurus....

Dipaksa Cinta

Biologi menjadi salah satu mata pelajaran yang sulit bagiku. Jika dibandingkan dengan mata pelajaran eksakta lainnya aku lebih memilih pelajaran Kimia dan Matematika. Sepertinya aku memang tidak berbakat dalam menghafal.  Keinginan menjadi dokter membuatku akhirnya memilih biologi sebagai jurusan untuk batu lompatan tatkala tidak lulus di FK Negeri pada tahun 2014. Dan begitulah 2014-2015 aku menjalani kehidupan sebagai mahasiswa biologi dengan paksaan bagaimana aku bisa menyukainya dengan sepenuh hati. Terkadang masih timbul rasa sedih karena menganggap ini semua tidak adil. Hingga akhirnya pada tahun 2015 Allah mengizinkanku untuk lulus di salah satu FK salah satu PTN. Namun takdir berkata lain, akhirnya harapan menjadi dokter pupus di tahun 2015. Aku pun menguatkan tekad untuk mencintai biologi lebih dalam dan menyusun rencana apa yang akan kulakukan dengan jurusan ini. Wkwk. Akhirnya I decided to continue my master degree.. Drama DIPAKSA CINTA ga sampe situ, nah ternyata di sin...

Mencintai Proses

 Entah sejak kapan belajar menjadi satu hal yang kusukai. Saat berhasil memecahkan soal-soal yang diberikan guru, menjadi juara kelas, memahami pelajaran dengan baik, mungkin saat itu aku mulai jatuh cinta. Ya. Jatuh cinta pada belajar. Belajar terasa begitu menyenangkan. Namun, rasa cinta itu semakin berkurang tatkala aku memasuki masa kuliah. Berada di jurusan yang sama sekali tidak aku sukai benar-benar berhasil menurunkan motivasi belajar. Ketika pelajaran yang diajarkan dosen dirasa tidak penting, berujung pada kurangnya pemahaman. Adab yang tidak baik tatkala dosen menerangkan pelajaran, mengurangi keberkahan ilmu. Benarlah perkataan bahwan adab itu penting. Adab dulu baru ilmu. Menyesal? Of course. Tapi apa yang perlu disesalkan ketika sesuatu sudah terjadi. Semua kesulitan semakin terasa sewaktu aku mengambil program magister. Berada di jurusan yang tidak sesuai dengan jurusan di S1 (ya meskipun masih ada keterkaitannya sebenarnya), sukses membuat stress berkepanjangan. Saa...

He'll Always Be There

  So when the time gets hard  And there's no way to turn  As He promised  He will always be there  To bless us with His love  He's always watching us, guiding us  And He knows what's deep in our hearts  So when you lose your way to Allah you should turn  'Cause as He promised He will always be there    Di atas adalah sepenggal dari salah satu lagu favoritku yang dinyanyikan Maher Zain. Lagu ini seolah-olah ngeremind kita kalo kita tuh ga sendiri loh di sini, kita ga sendiri di dunia ini. Apapun yang terjadi dalam hidup kita itu udah dapat acc dariNya. Jadi ngapain risau? Kalo Dia udah yakin ngasih kesempatan ke kita, ngasih tantangan ke kita, ngasih ujian ke kita, bahkan ngasih kebahagiaan ke kita, itu karena Allah tahu sebatas mana kemampuan kita dalam menghadapi apapun yang telah ditakdirkan ke kita.   Jadi jika saat ini ada rasa-rasa lelah, ada rasa-rasa kok ini terasa berat ya. Yuk, luruskan lagi niat kita. Niatnya cuma men...

Rumah

Ya, belakangan ini homesick melanda. Setelah 1,5 tahun lamanya ga pulang rasa-rasanya rumah akan menjadi tempat paling nyaman.  Semua bagian rumah menjadi tempat yang menarik. Kamar yang menjadi saksi perjuangan. Ruang tv tempat melepas kebosanan. Ruang makan yang punya banyak cerita lucu. Ruang tamu tempat berkumpul dengan teman, dan lain-lain. Selain ruangannya, suasananya pun buat rindu. Rindu bangun pagi dengan sarapan dan minuman hangat di atas meja, rindu ibu yang maksa-maksa makan banyak. Hiks. Intinya rindu. Yukla diriku segera selesaikan amanah ini. Rumah menanti :)

Kembali

Jika ada satu tempat yang aku bisa lari maka aku akan kembali padaNya. Tempat mana lagi yang paling bisa buat nyaman jika tidak kembali padaNya. Saat hati terasa penat, membuncah penuh sesak, hanya satu jalan yang bisa buat tenang. Ya, jalan padaNya. Sholat, baca Alquran, dzikir, tenang banget ya rasanya setelah itu. Sungguhlah hanya Ia sebaik-baik penolong dan hanya padaNya kita boleh berharap :)

Personal Branding

 Saat berada di kelas XL Future Leaders beberapa tahun lalu, itu kali pertama aku mendapatkan kelas personal branding. Personal branding adalah suatu cara bagaimana sebenarnya kita membranding diri kita di depan umum. Ya bisa dibilang gimana sih kita ngejual diri kita pertama kali. Semakin dewasa kita semakin paham bahwa kita bertemu dengan banyak orang yang memiliki sifat berbeda dengan kita, memiliki sudut pandang berbeda dengan kita, juga style yang berbeda pula tentunya. Semakin kita meluaskan sudut pandang dan pergaulan semakin banyak pula orang yang akan kita temui. Biasanya orang akan melihat kita pertama kali dari penampilan kita. Penampilan kita yang akan menjadi tolak ukur penilaian seperti apa kepribadian kita. Kata orang sih orang yang stylish adalah orang yang selalu mengikuti trend zaman. Eits tapi ternyata bukan begitu loh. Menurut ilmu personal branding, kita ga perlu ngikutin perkembangan style sesuai zaman kok, malah kita harus tampil sesuai dengan apa yang buat k...

Muhammad Al-Fatih

 I have so much favorite books. But i will tell about the last book that i read. The title ia Muhammad Al-Fatih 1453. This is one of the best book that I read. This book tell about how Muhammad Al-Fatih grew up, how ulama learned him, how her parents gave them the best lessons from the best teachers, and how he is Obey to syariah. He is the one who never left salah, baik yang wajib maupun rawatib, beliau juga ahli shalat malam yang sebagian besar waktu malamnya dihabiskan untuk bertaqarrub kepada Allah. Semoga kita bisa menjadi salah satu hamba pilihan Allah sepertinya. Semoga Allah berkahi umur kita untuk dapat memberikan sebaik-baik pengabdian untukNya :)

TV Series

 Hum, dulu waktu kecil aku suka nonton Indosiar setiap hari Ahad karena di sana banyak kartun. Kalo sekarang aku lebih suka nonton YouTube jadi ga tau tuh tv series yang favorite apa. Hihi

Polem

 Let me introduce her.. The one who accompany me since i'm 6 years old. Someone who understand me like my mother do. Someone who support me as well as she can. And this is us :) Kita bukan dari suku yang sama. Bukan dari agama yang sama. Bukan dari latar belakang keluarga yang sama. Kita juga bukan dua orang yang memiliki sifat yang sama. Kita adalah dua insan yang punya karakter jelas berbeda.  Namun hati kita telat terpaut satu sama lain. Kita ga pernah permasalahan perbedaan. Saling support dan sayang satu sama lain. Nah i can say that she is one of my favorite person in the world. I call her Polem, and she is my beloved best friend ever.