Entah sejak kapan belajar menjadi satu hal yang kusukai.
Saat berhasil memecahkan soal-soal yang diberikan guru, menjadi juara kelas, memahami pelajaran dengan baik, mungkin saat itu aku mulai jatuh cinta. Ya. Jatuh cinta pada belajar. Belajar terasa begitu menyenangkan. Namun, rasa cinta itu semakin berkurang tatkala aku memasuki masa kuliah.
Berada di jurusan yang sama sekali tidak aku sukai benar-benar berhasil menurunkan motivasi belajar. Ketika pelajaran yang diajarkan dosen dirasa tidak penting, berujung pada kurangnya pemahaman. Adab yang tidak baik tatkala dosen menerangkan pelajaran, mengurangi keberkahan ilmu. Benarlah perkataan bahwan adab itu penting. Adab dulu baru ilmu. Menyesal? Of course. Tapi apa yang perlu disesalkan ketika sesuatu sudah terjadi.
Semua kesulitan semakin terasa sewaktu aku mengambil program magister. Berada di jurusan yang tidak sesuai dengan jurusan di S1 (ya meskipun masih ada keterkaitannya sebenarnya), sukses membuat stress berkepanjangan. Saat itu pula rasanya 4 tahun S1 aku ngapain aja? Melihat progress teman-teman S2 yang cerdas dan menguasai bidang ilmu sukses membuat iri.
Komentar
Posting Komentar
Jangan ragu komentar ya, Teman ;)