Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Happiness

 Berbicara soal kebahagiaan, tiba-tiba teringat akan sebuah hadits, dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim) Begitu indahnya Islam mengajarkan nilai-nilai kebaikan yang dapat menentramkan hati. Jadi apa lagi hal yang paling membahagiakan selain ketika saudara kita membutuhkan pertolongan kita dan kita dalam keadaan lapang untuk menolongnya.  Kebahagiaan itu tak melulu soal materi. Kebahagiaan itu tak melulu soal jackpot yang berulang kali menghampiri. Bagiku bahagia itu tatkala dapat bermanfaat untuk banyak orang, menebar sebanyak mungkin jaring kebaikan, hingga Allah beratkan timbangan amal di yaumil masyhar kelak. Sleman, 29 September 2020 23.32 WIB

QLC

 Quarter life crisis atau biasa disingkat QLC, belakangan istilah ini tidak asing terdengar telinga. Mungkin karena aku sendiri sudah mendekati umur 1/4 abad. Perasaan perasaan insecure karena melihat teman yang seusia sudah punya rumah sendiri, sudah punya penghasilan sendiri, sudah memiliki pasangan hidup, dan segala macam hal berbau duniawi lainnya.  Padahal Allah sudah berfirman dengan begitu lembutnya di surah Ali Imran ayat 139 yang bunyinya "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” See? Allah ga bilang kalo orang yang tinggi derajatnya itu orang yang udah mapan, orang yang udah punya pasangan atau pun orang yang di usia muda udah bisa foya-foya barang-barang branded, bahkan naik haji tiap tahun. Allah bilang orang yang paling tinggi derajatnya itu adalah orang-orang beriman.  So, ngertikan kenapa kita ga sepantasnya memusingkan hal-hal du...

Single Happy

 Jika saat ini engkau masih sendiri, bukan berarti engkau benar-benar sendiri... Jika saat ini engkau masih sendiri, bukan berarti Allah tak sayang.. Bisa jadi Allah ingin engkau pendamping peka dengan kode-kode dariNya.. Kode apa? Kode untuk menebar seluas-luasnya manfaat sebelum engkau mengabdikan diri untuk keluarga. Kode untuk terus belajar dan upgrade diri untuk menjadi tombak peradaban di waktu yang tepat... Kode untuk memperbanyak ibadah dan tawakal padaNya... Kode agar kita selalu meminta padaNya. Karena tidak ada yang mustahil bagi Allah. Pun jika kita menginginkan sesuatu. Pasangan misalnya. Bukankah semakin banyak sujud kita, semakin sering pula kita bermesra-mesraan denganNya? Nikmat ya jadi single. Apalagi single lillah! 😊 #writingchallenge #day6

Keberkahan Waktu

 Beberapa hari belakangan ini aku merasa ditampar-tampar dari banyak orang yang tiba-tiba setiap perkataan mereka penuh makna. Ada orang yang kerjanya meneliti, namun masih aktif dalam dakwah, menebar kebaikan dan manfaat ke banyak orang. Namun ada pula orang yang sibuk meneliti sampai lupa bahwa dirinya hanyalah makhluk sosial yang butuh orang lain. Mari kita kembali ke pertanyaan mendasar. Untuk apa sebenarnya kita hidup? Jawabannya sudah ada di Al-Quran: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ                     "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat: 56) Lantas kenapa kita masih bingung menentukan prioritas? Bukankah terpaling penting adalah bagaimana kita mempertanggungjawabkan setiap detik yang kita lalui di dunia ini? Apa kita cuma mau jawab kita sibuk pada satu aktivitas dan mengabaikan aktivitas lain? Apalagi yang kita abaikan adalah ...

Parents

Cinta tak melulu harus terucap. Ada cinta dalam setiap tindakan. Ada cinta dalam setiap amarah. Ada cinta dalam setiap larangan. Ada cinta dalam setiap dukungan. Ada cinta dalam setiap tuntunan. Bagiku mereka adalah cinta yang tidak berujung. Meski mereka ga seromantis orang tua orang lain, tapi perhatian tak hanya ditunjukkan dengan sikap romantis. Terima kasih ibu dan bapak untuk setiap dukungan dan motivasi sampai sekarang bisa berada di sini dan di titik ini 😊 Sleman, 27 September 2020      #Day5 #writingchallenge

Pulang

Kemana pun engkau melangkah, sejauh mana pun kakimu menjelajah, rumah akan selalu menjadi tempat terakhir yang ingin kau kunjungi. Pulanglah, Nak. Ada rindu yang menanti. Pekalongan, 24 September 2020           22.51 WIB     #Day4 #WritingChallenge      

Kamu dan Kenangan!

  Belakangan aku tersadar, aku tersadar tentang sebuah rasa. Ya, rasa rindu. Ada begitu banyak kenangan yang telah jauh tertinggal di belakang. Ada banyak cerita yang tak akan habis diceritakan. Semua tersusun dalam rangkaian memory . Ada yang isinya begitu manis, namun tak jarang pula kenangan itu terasa pahit.   Begitulah hakikatnya kehidupan. Ada yang datang, ada yang pergi. Untuk kalian yang pernah ada, untuk kalian yang pernah hadir. Terima kasih telah menorehkan cerita dalam buku kehidupan 😊 You’re worthed to be remembered! 😊   Sleman, 23 September 2020     22.17 WIB       #writingchallenge #day3 #a_memory

PERCAYA

  Mungkin pernah terlintas dalam benak kita… Enak ya jadi si A, apapun yang diinginkan bisa tercapai. Enak ya jadi si B udah hidup mapan. Enak ya jadi si C, kayaknya ga pernah hidup susah. Enak ya jadi si D udah nikah, jadi udah ada temen cerita. Dan sejuta enak ya lainnya. Allah kok gitu banget, sih! Aku tuh ngerasa klop banget loh sama doi. Harusnya dia nikah sama aku! Allah kok gak ngelulusin aku sih di jurusan impianku itu! Padahal aku udah kerja keras belajar! Padahal aku selalu sholat tahajjud! Padahal aku selalu sholat dhuha! Lah, dia yang ga lebih pintar dari aku, gak lebih rajin dari aku, bisa-bisanya lulus! Dia kok bisa gitu ya! Padahal dia malas sholat, malas sedekah, ga pernah puasa, tapi hidupnya lempeng-lempeng banget…   “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”  (QS. Al Baqarah: 216)   Tugas kita han...

HAPPINESS!!

  Perbincangan dengan diri…. “Duh, besok harus progress report aktivitas lab!” “Duh, ini gimana sih, belum ada hasil udah harus LPJan hibah.” “OMG! Administrasi organisasi masih berantakan, harus dirapiin.” “Aku belum ngerti ini. Besok harus belajar A, B, C, D…….” “Oiya, aku harus ngelakuin step ini kemudian itu kemudian…”   Dan tiba-tiba amanah lain datang bertubi-tubi di waktu berdekatan… “Dek, kamu jadi bendahara untuk conference tahun depan, ya. Nanti malam meeting.” “Dek, mbak boleh minta tolong kamu jadi supervisor untuk projek lembaga bawahan kita gak?” “Mbak, ibu minta kamu buat draft jurnal yang akan kita terbitkan, ya. Pelajari juga scope dan kriteria penulisan jurnalnya.” “Sepertinya penelitian kamu ini kurang publishable , gimana kalo di tambah A, B, C etc .” “Mbak, bolehkah minta surat permintaan pemateri untuk acara A?” “Mbak, kita mau LPJan. Tolong siapkan berkas-berkas dari ******* ya.” “Mbak, mbak jadi koordinator acara ini ya. Soa...

Hello! This is Me :)

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakaatuh... Selamat malam teman-teman :) Akhirnya ngeblog lagi :( maafin ya rumah ini terlalu banyak sarang laba-labanya :( Kali ini akhirnya #dipaksanulis sama kak Bimbi dan kak Ika dalam #writingchallenge wkwk Tema Day 1 is about personality. Talking about personality actually i'm not really like to talk about myself. Baiklah tapi aku akan coba menceritakan kisah tentangku menurut sudut pandangku. Menurutku aku adalah pesandiwara ulung yang mampu membuat berpikir semua baik-baik saja even sebenarnya ga baik. Aku adalah seseorang yang mampu mengelola kesehatan mental dengan baik meskipun di tengah stress berat dan berbagai masalah yang bertubi-tubi datang. Aku adalah seorang pembelajar. Entah mengapa belajar itu memberi energi positif bagiku. Semakin aku pusing dengan pelajarannya semakin aku penasaran. Namun tak jarang berujung stress saat ga ngerti XD Aku adalah seorang pengempati. Rasa empati ini mulai terbentuk ketika akan menjalani kuliah S...