Berbicara soal kebahagiaan, tiba-tiba teringat akan sebuah hadits, dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salah seorang di antara kalian tidaklah beriman (dengan iman sempurna) sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Begitu indahnya Islam mengajarkan nilai-nilai kebaikan yang dapat menentramkan hati. Jadi apa lagi hal yang paling membahagiakan selain ketika saudara kita membutuhkan pertolongan kita dan kita dalam keadaan lapang untuk menolongnya.
Kebahagiaan itu tak melulu soal materi. Kebahagiaan itu tak melulu soal jackpot yang berulang kali menghampiri.
Bagiku bahagia itu tatkala dapat bermanfaat untuk banyak orang, menebar sebanyak mungkin jaring kebaikan, hingga Allah beratkan timbangan amal di yaumil masyhar kelak.
Komentar
Posting Komentar
Jangan ragu komentar ya, Teman ;)