Beberapa hari belakangan ini aku merasa ditampar-tampar dari banyak orang yang tiba-tiba setiap perkataan mereka penuh makna.
Ada orang yang kerjanya meneliti, namun masih aktif dalam dakwah, menebar kebaikan dan manfaat ke banyak orang. Namun ada pula orang yang sibuk meneliti sampai lupa bahwa dirinya hanyalah makhluk sosial yang butuh orang lain.
Mari kita kembali ke pertanyaan mendasar. Untuk apa sebenarnya kita hidup? Jawabannya sudah ada di Al-Quran:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَا لْاِ نْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Az-Zariyat: 56)
Lantas kenapa kita masih bingung menentukan prioritas? Bukankah terpaling penting adalah bagaimana kita mempertanggungjawabkan setiap detik yang kita lalui di dunia ini? Apa kita cuma mau jawab kita sibuk pada satu aktivitas dan mengabaikan aktivitas lain? Apalagi yang kita abaikan adalah aktivitas beribadah padaNya.
Gimana ya biar semua bisa balance? Ya. Kuncinya keberkahan waktu. Saat Allah berkahi waktu kita, semua agenda yang terasa padat akan terasa ringan. Yuk la selalu minta ke Allah agar Allah berkahi waktu kita, Allah titipkan kepada kita proyek-proyek kebaikan yang dapat memberatkan amalan kita. Aamiin..
#day5
Komentar
Posting Komentar
Jangan ragu komentar ya, Teman ;)