Langsung ke konten utama

Penatian


30 Hari Menulis Surat Cinta

17 Februari 2015

Kepada Special Someone in The Future

Dear kamu yang di mana pun kini sedang berada.
Aku tidak tahu siapa dirimu, seperti apa rupamu, bahkan apa-apa saja yang kau sukai dan kau benci. Atau mungkinkah aku mengenalmu? Apakah mungkin kau telah berada sedemikian dekat denganku namun tak kusadari hingga saatnya tepat untuk aku menyadarinya? Atau mungkinkah kita masih belum kenal hingga saat ini?
Ah, memikirkan semua kemungkinan itu membuatku lelah sendiri. Toh, suatu saat Tuhan yang baik akan menemukan dan mempersatukan kita kelak. Kemungkinan apa pun bisa terjadi di masa depan.
Seseorang di sana, aku percaya siapapun engkau (yang diberikan Tuhan untukku) engkaulah lelaki yang paling baik yang akan menjadi pembimbingku menuju jalanNya, baik di dunia dan di akhirat kelak.
Mungkin saat ini kita masih menjadi aku dan kamu. Namun aku yakin, saat waktunya tepat, Tuhan akan mengubah aku dan kamu menjadi kita! Ya, kita! Aku yakin engkau mampu membuat hariku lebih berwana dari biasanya. Bahkan mungkin matahari tampak akan lebih cerah tatkala kita bertemu kelak.
Seseorang di sana, sesungguhnya jikalau boleh jujur aku sudah tak begitu sabar untuk mengetahui siapakah engkau? Bagaimana rupamu? Bagaimana kepribadianmu? Apakah kau akan membahagiakan aku dan anak-anakku kelak? Seharusnya jawabannya, ya! Karena jikalau kau begitu ingin aku jujur, aku selalu mendoakan masa depan yang baik bagiku dan mempertemukan dengan kamu yang terbaik pula untukku.
Seseorang di sana, saat ini aku sedang berusaha memperbaiki diri agar bisa pantas menjadi pendampingmu kelak. Agar aku dapat menjadi wanita seutuhnya, yang mampu menyeimbangkan hak dan kewajibanku. Maka jikalau nanti kita bertemu kelak, hanya satu pesanku, janganlah mengulur-ulur kebaikan. Kami sebagai wanita, apalah yang bisa kami lakukan selain menunggu sesosok pria rupawan yang akan mendampingi masa depan kami. Kami berusaha sebaik mungkin menjaga diri hanya untukmu jualah seseorang yang belum kutahu siapakah engkau.
Maka berjanjilah jikalau engkau tidak akan membuatku menunggu terlalu lama di saat waktunya tepat nanti. Selain itu engkau juga akan membawaku kepada jalanNya sehingga Dia selalu meridhai hubungan kita. Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesan dan Pesan Untuk Asisten Laboratorium Fisika Kami (Kak Yosico Indagiarmi)

Assalamualaikum.. Dear kak Yosi yang cantik.. Sebenarnya di awal Dika bingung harus ngebuat apa berhubung dan dikarenakan Dika sadar bahwa Dika tidak termasuk orang kreatif :D Oke, jadi awal ceritanya tuh udah dapet ide mau buat kartu ucapanlah, mau buat videolah, mau nyatuin foto pake videomaker lah, bla bla bla. Namun dikarenakan ketidakpandaian manajemen waktu, akhirnya keter deh segalanya dan Dika memutuskan untuk mempost kesan dan pesan Dika di sini :D Awal mulanya Dika ingin berterimakasih kepada kakak yang telah membimbing kami selama satu semester dengan penuh kesabaran. Kami sadar bahwa kami benar-benar pusing dibuat mata kuliah fisika, namun kakak dengan sabar mengarahkan setiap praktikum yang kami jalani dan membuat kami menjadi senang dalam mengikuti mata kuliah ini ^^ Kesan dan pesan Dika terlampir di foto di bawah ini (maaf kurang kreatif kak :v) Kesannya tuh seperti tulisan saya di atas, kak Yosi itu cantik. Beneran deh, dari awal kita lihat kakak ...

Rindu

Sering banget saat futur rindu pada diri yang dulu... Ya, rindu lama-lama bermunajat, nangis saat shalat malam, hanya karena tahu bahwa kalo tanpa pertolonganNya ga mungkin diri ini bisa kuat menjalani hidup. Rindu begitu ambis mengejar mimpi, sampai tiap malam getol belajar sampai subuh, terus ga tidur lagi. Terkadang hidup rasanya mundur ke belakang, apalagi saat setan mulai sibuk menggoda. Udah tahu setan itu musuh manusia, kok ya mau aja nurut sama setan ya.  Dasar manusia. Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhu  berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  biasa membaca do’a: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ “ Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan,...

Muhammad Al-Fatih

 I have so much favorite books. But i will tell about the last book that i read. The title ia Muhammad Al-Fatih 1453. This is one of the best book that I read. This book tell about how Muhammad Al-Fatih grew up, how ulama learned him, how her parents gave them the best lessons from the best teachers, and how he is Obey to syariah. He is the one who never left salah, baik yang wajib maupun rawatib, beliau juga ahli shalat malam yang sebagian besar waktu malamnya dihabiskan untuk bertaqarrub kepada Allah. Semoga kita bisa menjadi salah satu hamba pilihan Allah sepertinya. Semoga Allah berkahi umur kita untuk dapat memberikan sebaik-baik pengabdian untukNya :)