30
Hari Menulis Surat Cinta
13
Februari 2015
Dear
Bunda,
Apa
kabar di alammu sana? Apakah kau baik-baik saja? Apakah para malaikat
memperlakukanmu dengan baik? Aku harap Tuhan mendengar setiap doa yang
kuucapkan untukmu, Bunda.
Bunda,
aku tak mengenal sosokmu sedari dulu. Aku hanya tahu engkau ada dan pernah
menimangku. Bunda, rasa rindu ini kian membuncah khususnya tatkala kesedihan
menghampiriku. Aku ingin engkau di sini. Mendengar setiap ceritaku. Pantaskah
aku cemburu kepada mereka yang dapat bercanda ria dan menceritakan segala isi
hati serta keluh kesahnya kepada ibunya?
Terkadang
aku bimbang, sedih. Namun aku percaya engkau selalu ada di sisiku. Engkau
menjagaku dari kejauhan. Bukankah itu memang tugasmu, Bunda?
Bunda,
meski aku tak tahu bagaimana rupamu, meski aku tak tahu bagaimana kebiasaanmu,
namun engkau selalu di hatiku.
Bunda,
aku berharap lantunan ayat suci Al-quran yang senantiasa kubaca bisa sampai ke
tempat peristirahatanmu, agar kau pun bisa merasakan kedamaian yang kurasakan
tatkala aku membacanya.
Bunda,
putri kecilmu kini telah tumbuh dewasa. Ia telah duduk di bangku kuliah dan
sebentar lagi akan terjun di tengah masyarakat. Bunda, seandainya engkau masih
ada, apa aku akan menjadi kebanggaanmu?
Bunda,
aku berharap Tuhan mendengarkan setiap doaku dan mempertemukan kita di surga
kelak. Aku berharap setidaknya jika di dunia kita tidak saling mengenal, di
akhirat nanti kita akan sering berbincang dan aku dapat merasakan dekap
kasihmu. Amin
Salam
sayang,
Putri
kecilmu
Komentar
Posting Komentar
Jangan ragu komentar ya, Teman ;)