Langsung ke konten utama

Untuk Tuhan Penciptaku


30 Hari Menulis Surat Cinta

30 Januari 2015

Kepada Tuhan Penciptaku

Dear Allah,
Ya Allah, di surat singkat ini aku ingin mengucapkan terima kasih atas segala anugerah dan karunia yang Engkau berikan kepadaku. Terima kasih telah memberiku nafas yang bahkan jika Engkau mengambilnya belum tentu aku dapat membayar oksigen yang dijual di rumah sakit hanya untuk bernafas sehari-hari.
Ya Allah, terima kasih memberiku nikmat kesehatan sehingga aku dapat melakukan berbagai aktivitas menyenangkan (termasuk menulis surat ini untukMu). Ya Allah, sesungguhnya terkadang kurang rasa syukur dalam diri ini. Terkadang hinggap rasa kesal atas kegagalan akan sesuatu. Padahal aku sadar bahwa kuasaMu begitu besar, namun rasa emosi dan keras kepala ini menguasaiku. Terkadang aku merasa dunia ini tidak adil! Padahal di saat itu pula aku telah mengabaikan berapa banyak karunia yang telah Engkau beri kepadaku.
Ya Allah, terima kasih telah memberikan rasa cinta di hatiku, sehingga aku dapat mencintaiMu, mencintai RasulMu, mencintai keluargaku, mencintai sahabat-sahabatku, dan mencintai sesamaku.
Ya Allah, rekahkan rasa kasih ini di hati hamba-hambaMu seperti engkau merekahkan bunga mawar yang begitu indah dipandang mata. Rekahkanlah rasa kasih ini kepada para pemimpin kami, orang tua kami, sahabat-sahabat kami, dan adik-adik kami agar kami dapat melihat dan mengulurkan jari jemari kami kepada sesama kami yang Engkau berikan cobaan kepada mereka. Rekahkanlah rasa kasih di hati kami agar kami dapat lebih peka terhadap sekitar kami dan peduli kepada orang-orang yang membutuhkan kami. Jadikanlah rasa kasih kami seperti mawar yang harumnya dapat tercium ke segala arah, tanpa pandang bulu.
Ya Allah, jadikanlah setiap hari kami menjadi keberkahan untuk kami, agar kami menjadi manusia yang berguna di duniaMu yang fana ini :)
Ya Allah, terima kasih untuk segalanya. Terima kasih atas karunia dan cobaan yang Engkau berikan kepada kami. Sesungguhnya cobaanMu adalah suatu ujian agar kami bisa naik ke kelas yang lebih tinggi.
Ya Allah, maafkan kurangnya syukur kami, maafkan jika terkadang kami meragukan kasih sayangMu dengan terlena dalam dunia yang fana ini.
Ya Allah, jika tiba saatnya nanti duniaMu hancur dan tinggal anai-anai yang beterbangan, Ampunilah kami, Ridhailah segala amal kami, dan jadikanlah kami hambaMu yang paling bersyukur di hari itu karena telah (mencoba) mematuhi setiap perintahmu dan menjauhi laranganMu.
Ya Allah, sekian ungkapan rasa terima kasih dan maaf dari seorang hambaMu yang masih belajar bagaimana cara menyebarkan kasih sayang ke Tuhannya, Rasulnya, dan sesamanya :)

Komentar

Posting Komentar

Jangan ragu komentar ya, Teman ;)

Postingan populer dari blog ini

Rindu

Sering banget saat futur rindu pada diri yang dulu... Ya, rindu lama-lama bermunajat, nangis saat shalat malam, hanya karena tahu bahwa kalo tanpa pertolonganNya ga mungkin diri ini bisa kuat menjalani hidup. Rindu begitu ambis mengejar mimpi, sampai tiap malam getol belajar sampai subuh, terus ga tidur lagi. Terkadang hidup rasanya mundur ke belakang, apalagi saat setan mulai sibuk menggoda. Udah tahu setan itu musuh manusia, kok ya mau aja nurut sama setan ya.  Dasar manusia. Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhu  berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  biasa membaca do’a: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ “ Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan,...

He'll Always Be There

  So when the time gets hard  And there's no way to turn  As He promised  He will always be there  To bless us with His love  He's always watching us, guiding us  And He knows what's deep in our hearts  So when you lose your way to Allah you should turn  'Cause as He promised He will always be there    Di atas adalah sepenggal dari salah satu lagu favoritku yang dinyanyikan Maher Zain. Lagu ini seolah-olah ngeremind kita kalo kita tuh ga sendiri loh di sini, kita ga sendiri di dunia ini. Apapun yang terjadi dalam hidup kita itu udah dapat acc dariNya. Jadi ngapain risau? Kalo Dia udah yakin ngasih kesempatan ke kita, ngasih tantangan ke kita, ngasih ujian ke kita, bahkan ngasih kebahagiaan ke kita, itu karena Allah tahu sebatas mana kemampuan kita dalam menghadapi apapun yang telah ditakdirkan ke kita.   Jadi jika saat ini ada rasa-rasa lelah, ada rasa-rasa kok ini terasa berat ya. Yuk, luruskan lagi niat kita. Niatnya cuma men...

Workshop 1 XLFL B5 Kelas Medan

Workshop 1 Hai, pada kesempatan ini aku mau cerita tentang workshop 1 XL Future Leaders. Yap, di workshop satu kali ini rasanya campur aduk. Antara greget, senang, deg-degan, sama penasaran. Wkwk. Well, langsung aja aku cerita apa aja yang kami lakuin ya. Workshop 1 Batch 5 Kelas Medan berlangsung dari tanggal 4-5 Februari 2017. Day 1 Workshop dimulai jam 09.00. Excited banget karena semua pada on time. Kelihatan banget jiwa kepemimpinannya ya. Wkwk. Nah, di awal kami dikenalin sama Leo, facil kami tentang apa aja yang bakal kami lakuin selama dua hari ini. Setelah itu kami saling introducing self . Senang rasanya ketemu teman-teman dari seputaran Sumut, Aceh, Padang, dan Palembang.  Nah, setelah itu selama 10 menit kami main games. Nama gamesnya getting to know . Nah, di modul kami ada beberapa pertanyaan yang harus kami jawab. Pertanyaan yang berkesan itu antara lain: 1. siapa di kelas ini yang jomblo? (hampir semuanya tunjuk tangan. Lol) 2. siapa yang alergi sea...