Langsung ke konten utama

Secercah Inspirasi


30 Hari Menulis Surat Cinta 

01 Februari 2015

Kepada Ayah Mayoko Aiko (@mayokoaiko)
          Dear Ayah,
           Di awal bulan (yang katanya) penuh dengan cinta, bagaimana kabar, Ayah? Semoga Allah senantiasa melindungi setiap langkahmu dan memberimu nikmat kesehatan. Pastinya sebagai seseorang yang memiliki karir sangat bagus engkau sibuk sekali, Yah.
            Tapi di tengah kesibukanmu engkau masih sempat-sempatnya berbagi dengan orang lain. Rasanya secercah inspirasi datang dari hal-hal positif yang engkau lakukan.  Dengan penuh keikhlasan engkau memberi kami wadah untuk belajar tentang dunia ini, ya, dunia literasi. Di sana aku banyak belajar, khususnya tentang ‘Penggunaan EyD’. Di sekolah kami diajarkan banyak hal tentang macam-macam kalimat,majas-majas, surat-surat, tapi tidak pernah diajarkan bagaimana pengunaan EyD yang baik dan benar. Miris memang. Tapi di sinilah aku bisa belajar itu, Sekolah Cendol, dengan suker-suker kece. Rasanya senang sekali. Mendapatkan ilmu yang sangat mahal dengan gratis.
            Di sana pula aku bertemu dengan teman-teman baru dan kakak-kakak baru. Kopdar bareng, sharing bareng, dan akhirnya menjadi cukup akrab hingga kini. Kami dipertemukan di kelas cendol dan itu semua karenamu, Yah.
            Selain itu untuk membangkitkan minat baca anak-anak Indonesia, engkau dengan rela berbagi banyak buku secara gratis. Bahkan engkau izinkan kami memanggilmu ‘Ayah’. Rasanya beruntung sekali mengenalmu, Yah.Banyak inspirasi yang bisa kuperoleh, tentang nikmatnya berbagi, tentang asyiknya menulis, dan tentang indahnya memiliki banyak teman dari berbagai wilayah. Semua itu berawal dari terobosanmu, Yah. Untuk itu semua aku hanya bisa mengucapkan terima kasih, Ayah Aiko.
Sekian surat gaje dari salah satu anakmu. Salam sayang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesan dan Pesan Untuk Asisten Laboratorium Fisika Kami (Kak Yosico Indagiarmi)

Assalamualaikum.. Dear kak Yosi yang cantik.. Sebenarnya di awal Dika bingung harus ngebuat apa berhubung dan dikarenakan Dika sadar bahwa Dika tidak termasuk orang kreatif :D Oke, jadi awal ceritanya tuh udah dapet ide mau buat kartu ucapanlah, mau buat videolah, mau nyatuin foto pake videomaker lah, bla bla bla. Namun dikarenakan ketidakpandaian manajemen waktu, akhirnya keter deh segalanya dan Dika memutuskan untuk mempost kesan dan pesan Dika di sini :D Awal mulanya Dika ingin berterimakasih kepada kakak yang telah membimbing kami selama satu semester dengan penuh kesabaran. Kami sadar bahwa kami benar-benar pusing dibuat mata kuliah fisika, namun kakak dengan sabar mengarahkan setiap praktikum yang kami jalani dan membuat kami menjadi senang dalam mengikuti mata kuliah ini ^^ Kesan dan pesan Dika terlampir di foto di bawah ini (maaf kurang kreatif kak :v) Kesannya tuh seperti tulisan saya di atas, kak Yosi itu cantik. Beneran deh, dari awal kita lihat kakak ...

Rindu

Sering banget saat futur rindu pada diri yang dulu... Ya, rindu lama-lama bermunajat, nangis saat shalat malam, hanya karena tahu bahwa kalo tanpa pertolonganNya ga mungkin diri ini bisa kuat menjalani hidup. Rindu begitu ambis mengejar mimpi, sampai tiap malam getol belajar sampai subuh, terus ga tidur lagi. Terkadang hidup rasanya mundur ke belakang, apalagi saat setan mulai sibuk menggoda. Udah tahu setan itu musuh manusia, kok ya mau aja nurut sama setan ya.  Dasar manusia. Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhu  berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  biasa membaca do’a: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ “ Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan,...

Muhammad Al-Fatih

 I have so much favorite books. But i will tell about the last book that i read. The title ia Muhammad Al-Fatih 1453. This is one of the best book that I read. This book tell about how Muhammad Al-Fatih grew up, how ulama learned him, how her parents gave them the best lessons from the best teachers, and how he is Obey to syariah. He is the one who never left salah, baik yang wajib maupun rawatib, beliau juga ahli shalat malam yang sebagian besar waktu malamnya dihabiskan untuk bertaqarrub kepada Allah. Semoga kita bisa menjadi salah satu hamba pilihan Allah sepertinya. Semoga Allah berkahi umur kita untuk dapat memberikan sebaik-baik pengabdian untukNya :)