Langsung ke konten utama

Tentang Kasihmu


30 Hari Menulis Surat Cinta

31 Januari 2015

Kepada Ibuku Tercinta

Dear, Mom....
Di surat singkat ini aku ingin mengucapkan terima kasih banyaakkkk atas segala yang telah engkau berikan kepada anak-anakmu khususnya aku. Bu, terima kasih telah mendidikku dengan baik sejak kecil. Meski aku sangat nakal dan sering buat kesalahan di hatimu. Tapi dengan rela engkau memaafkannya.
Bu, tak terhitung berapa kali aku menyakiti hatimu, terkadang engkau marah dan aku hanya diam. Bukan aku tidak mau meminta maaf. Tapi terkadang aku takut bicara saat engkau marah, takut memperkeruh suasana.
Bu, terima kasih engkau mau membuatkanku pesta ulang tahun ke-17 yang tidak akan pernah kulupakan seumur hidup. Betapa bahagianya aku saat itu.
Bu, terima kasih telah menjadi ibu yang sangat pengertian. Di saat aku sedih, senang, dan tak menentu. Terima kasih sering dengan keluh kesahku (yang kutahu) terkadang tidak penting tetapi tetap engkau dengarkan.
Terima kasih pula telah mengajarkan banyak hal tentang kehidupan kepadaku. Terima kasih selalu memotivasiku untuk menggapai mimpi-mimpiku. Begitu besar pengorbanan yang engkau berikan selama membimbingku.
Bu, tiada kata yang dapat mengungkapkan segala isi hati tentangmu. Bu, aku ingin engkau tahu bahwa di dunia ini engkaulah ibu terhebat. Kasih sayangmu begitu besar hingga aku tak mampu mengucapkan hal lain selain terima kasih. Semoga Allah melimpahkan kesehatan dan rezeki kepadamu. Love you, Bu ({})

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu

Sering banget saat futur rindu pada diri yang dulu... Ya, rindu lama-lama bermunajat, nangis saat shalat malam, hanya karena tahu bahwa kalo tanpa pertolonganNya ga mungkin diri ini bisa kuat menjalani hidup. Rindu begitu ambis mengejar mimpi, sampai tiap malam getol belajar sampai subuh, terus ga tidur lagi. Terkadang hidup rasanya mundur ke belakang, apalagi saat setan mulai sibuk menggoda. Udah tahu setan itu musuh manusia, kok ya mau aja nurut sama setan ya.  Dasar manusia. Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhu  berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  biasa membaca do’a: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ “ Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan,...

Muhammad Al-Fatih

 I have so much favorite books. But i will tell about the last book that i read. The title ia Muhammad Al-Fatih 1453. This is one of the best book that I read. This book tell about how Muhammad Al-Fatih grew up, how ulama learned him, how her parents gave them the best lessons from the best teachers, and how he is Obey to syariah. He is the one who never left salah, baik yang wajib maupun rawatib, beliau juga ahli shalat malam yang sebagian besar waktu malamnya dihabiskan untuk bertaqarrub kepada Allah. Semoga kita bisa menjadi salah satu hamba pilihan Allah sepertinya. Semoga Allah berkahi umur kita untuk dapat memberikan sebaik-baik pengabdian untukNya :)

He'll Always Be There

  So when the time gets hard  And there's no way to turn  As He promised  He will always be there  To bless us with His love  He's always watching us, guiding us  And He knows what's deep in our hearts  So when you lose your way to Allah you should turn  'Cause as He promised He will always be there    Di atas adalah sepenggal dari salah satu lagu favoritku yang dinyanyikan Maher Zain. Lagu ini seolah-olah ngeremind kita kalo kita tuh ga sendiri loh di sini, kita ga sendiri di dunia ini. Apapun yang terjadi dalam hidup kita itu udah dapat acc dariNya. Jadi ngapain risau? Kalo Dia udah yakin ngasih kesempatan ke kita, ngasih tantangan ke kita, ngasih ujian ke kita, bahkan ngasih kebahagiaan ke kita, itu karena Allah tahu sebatas mana kemampuan kita dalam menghadapi apapun yang telah ditakdirkan ke kita.   Jadi jika saat ini ada rasa-rasa lelah, ada rasa-rasa kok ini terasa berat ya. Yuk, luruskan lagi niat kita. Niatnya cuma men...