Langsung ke konten utama

Arti Sebuah Janji

30 Hari Menulis Surat Cinta

05 Februari 2015

Kepada Pengingkar Janji

Dear Tuan,
Terkadang aku berfikir jika kemarin aku tak begitu akan bagaimana kisah hidupku? Mungkinkah sama? Tapi sepertinya takdir ingin aku seperti ini. Ya, seperti ini! Mencoba melewati 86400 detik setiap harinya dengan (berusaha) mengacuhkan keberadaanmu!
Bahkan sekarang aku mulai ragu apakah kita (pernah) saling kenal? Atau memang semua hal bagimu hanyalah sebuah perjalanan tanpa perhentian. Ah, entahlah. Bahkan aku malas untuk (lebih) peduli (lagi).
Apakah kau ingat akan semua kata-kata indah yang pernah kau ucapkan? Kata-kata yang mampu membuatku melayang tanpa sayap jauh ke atas langit yang tiada berujung. Semudah itukah kau mengungkapkan janji dan melupakannya? Semudah itukah kau menghempaskanku dari ketinggian?
Jika kau ingin tahu rasanya, aku tak akan berpanjang lebar menjelaskan, karena toh sepertinya kau tak akan pernah (ingin) mengerti. Dulu janjimu seperti emas yang selalu kujaga, namun kini semua itu tak lebih sampah yang (entah mengapa) begitu sulit kulupakan.
Jangan harap aku percaya pada rangkaian kata (indah) yang terucap dari dua katup bibirmu! Shit! Karena sekarang, semua janji dan semua kenangan itu tak akan lebih berharga daripada sampah! Karena pada akhirnya (aku merasa) semua fakta yang kau ceritakan hanyalah sebuah omongan fiktif belaka. How useless my time ever, when I spend time to listen all bullshit from your mouth!
Hingga pada akhirnya kuputuskan menganggapmu tak berhati. Oh, mungkinkah itu benar?

Komentar

  1. Ada banyak hal tentang cinta, tapi banyak hal juga yang menyakitkan karenanya.
    Tulisannya kaka bagus :3
    oh iya, cinta itu bisa kesiapa aja kan kak.
    jadi jangan lelah untuk mencintai kak

    Kunjung balik yah
    wordfromeast.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Iyaa, gak pernah lelah kok. Ga mungkinkan lelah mencintai ortu dan sahabat sendiri. Ga kebayang rasanya :v

    Syudah :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Jangan ragu komentar ya, Teman ;)

Postingan populer dari blog ini

Kesan dan Pesan Untuk Asisten Laboratorium Fisika Kami (Kak Yosico Indagiarmi)

Assalamualaikum.. Dear kak Yosi yang cantik.. Sebenarnya di awal Dika bingung harus ngebuat apa berhubung dan dikarenakan Dika sadar bahwa Dika tidak termasuk orang kreatif :D Oke, jadi awal ceritanya tuh udah dapet ide mau buat kartu ucapanlah, mau buat videolah, mau nyatuin foto pake videomaker lah, bla bla bla. Namun dikarenakan ketidakpandaian manajemen waktu, akhirnya keter deh segalanya dan Dika memutuskan untuk mempost kesan dan pesan Dika di sini :D Awal mulanya Dika ingin berterimakasih kepada kakak yang telah membimbing kami selama satu semester dengan penuh kesabaran. Kami sadar bahwa kami benar-benar pusing dibuat mata kuliah fisika, namun kakak dengan sabar mengarahkan setiap praktikum yang kami jalani dan membuat kami menjadi senang dalam mengikuti mata kuliah ini ^^ Kesan dan pesan Dika terlampir di foto di bawah ini (maaf kurang kreatif kak :v) Kesannya tuh seperti tulisan saya di atas, kak Yosi itu cantik. Beneran deh, dari awal kita lihat kakak ...

Rindu

Sering banget saat futur rindu pada diri yang dulu... Ya, rindu lama-lama bermunajat, nangis saat shalat malam, hanya karena tahu bahwa kalo tanpa pertolonganNya ga mungkin diri ini bisa kuat menjalani hidup. Rindu begitu ambis mengejar mimpi, sampai tiap malam getol belajar sampai subuh, terus ga tidur lagi. Terkadang hidup rasanya mundur ke belakang, apalagi saat setan mulai sibuk menggoda. Udah tahu setan itu musuh manusia, kok ya mau aja nurut sama setan ya.  Dasar manusia. Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhu  berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  biasa membaca do’a: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ “ Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan,...

Muhammad Al-Fatih

 I have so much favorite books. But i will tell about the last book that i read. The title ia Muhammad Al-Fatih 1453. This is one of the best book that I read. This book tell about how Muhammad Al-Fatih grew up, how ulama learned him, how her parents gave them the best lessons from the best teachers, and how he is Obey to syariah. He is the one who never left salah, baik yang wajib maupun rawatib, beliau juga ahli shalat malam yang sebagian besar waktu malamnya dihabiskan untuk bertaqarrub kepada Allah. Semoga kita bisa menjadi salah satu hamba pilihan Allah sepertinya. Semoga Allah berkahi umur kita untuk dapat memberikan sebaik-baik pengabdian untukNya :)