Langsung ke konten utama

The Future Dreams!



30 Hari Menulis Surat Cinta

10 Februari 2015

Dear Masa Depan,
Aku tidak tahu seperti apa bentukmu. Aku juga tidak tahu seperti apa rupamu. Pun seperti apa aku di masamu. Aku hanya tahu jika kaulah penentu kebahagiaan atau pun kesedihan yang akan menjaga bagian dari goresan tinta dalam kehidupanku.
Aku hanya tahu jika kini, di masa sekarang aku sedang berusaha memperjuangkanmu! Ya! Aku memperjuangkan untuk kehidupan lebih bahagia di masamu kelak!
Apakah kau melihatnya? Apakah kau tahu rasanya memperjuangkanmu? Biar kuceritakan sedikit bagaimana rasanya.
Ketika pagi hari datang aku mulai melaksanakan aktivitasku. Sebagai seorang muslim, aku shalat, mandi, sarapan, dan pergi ke kampus. Di kampuslah sebagian besar aktivitas kulaksanakan! Kau tahu? Di sana kami insan muda bangsa digembleng habis-habisan dengan banyak tugas, diskusi, presentasi, dan laporan yang tak jarang membuatku jenuh! Setelah itu aku pulang dan mengerjakan tugas rumah yang diberikan hingga tak jarang aku tertidur tatkala berusaha mengerjakan tugas-tugas itu. Namun semua itu kuperjuangkan demi meraih gelar sarjanaku dan dapat hidup lebih baik di masamu kelak!
Masa depan, apa kau tahu betapa aku selalu memimpikan kebahagiaan yang akan tersirat di wajah ibuku, ayahku, keluarga besarku, sahabat-sahabatku, dan masyarakat di sekitarku tatkala aku sukses di masamu kelak? Aku mohon! Izinkan aku meraih mimpi-mimpi itu kelak. Izinkan aku menggenggammu hingga nafas ini tak lagi berhembus tatkala Tuhan lebih menyayangiku untuk ke hadapanNya kelak!
Masa depan, izinkan aku mengukir senyum di wajah mereka yang menyayangiku! Izinkan aku menjadi bagian dari kesuksesan di masamu!
Masa depan, di surat ini aku hanya ingin kau tahu, betapa aku amat-teramat ingin menggenggammu, maka beri aku kesempatan menggenggammu kelak!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesan dan Pesan Untuk Asisten Laboratorium Fisika Kami (Kak Yosico Indagiarmi)

Assalamualaikum.. Dear kak Yosi yang cantik.. Sebenarnya di awal Dika bingung harus ngebuat apa berhubung dan dikarenakan Dika sadar bahwa Dika tidak termasuk orang kreatif :D Oke, jadi awal ceritanya tuh udah dapet ide mau buat kartu ucapanlah, mau buat videolah, mau nyatuin foto pake videomaker lah, bla bla bla. Namun dikarenakan ketidakpandaian manajemen waktu, akhirnya keter deh segalanya dan Dika memutuskan untuk mempost kesan dan pesan Dika di sini :D Awal mulanya Dika ingin berterimakasih kepada kakak yang telah membimbing kami selama satu semester dengan penuh kesabaran. Kami sadar bahwa kami benar-benar pusing dibuat mata kuliah fisika, namun kakak dengan sabar mengarahkan setiap praktikum yang kami jalani dan membuat kami menjadi senang dalam mengikuti mata kuliah ini ^^ Kesan dan pesan Dika terlampir di foto di bawah ini (maaf kurang kreatif kak :v) Kesannya tuh seperti tulisan saya di atas, kak Yosi itu cantik. Beneran deh, dari awal kita lihat kakak ...

Rindu

Sering banget saat futur rindu pada diri yang dulu... Ya, rindu lama-lama bermunajat, nangis saat shalat malam, hanya karena tahu bahwa kalo tanpa pertolonganNya ga mungkin diri ini bisa kuat menjalani hidup. Rindu begitu ambis mengejar mimpi, sampai tiap malam getol belajar sampai subuh, terus ga tidur lagi. Terkadang hidup rasanya mundur ke belakang, apalagi saat setan mulai sibuk menggoda. Udah tahu setan itu musuh manusia, kok ya mau aja nurut sama setan ya.  Dasar manusia. Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhu  berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  biasa membaca do’a: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ “ Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan,...

Muhammad Al-Fatih

 I have so much favorite books. But i will tell about the last book that i read. The title ia Muhammad Al-Fatih 1453. This is one of the best book that I read. This book tell about how Muhammad Al-Fatih grew up, how ulama learned him, how her parents gave them the best lessons from the best teachers, and how he is Obey to syariah. He is the one who never left salah, baik yang wajib maupun rawatib, beliau juga ahli shalat malam yang sebagian besar waktu malamnya dihabiskan untuk bertaqarrub kepada Allah. Semoga kita bisa menjadi salah satu hamba pilihan Allah sepertinya. Semoga Allah berkahi umur kita untuk dapat memberikan sebaik-baik pengabdian untukNya :)