Hai bloggers sekalian..
Apa kabar kalian semua? Ternyata
sudah lama aku tidak mampir ke blog tercinta ini untuk sekadar corat-coret isi
hati, etc. Well, kali ini adalah lanjutan postinganku sebelumnya It’s not ‘GAGAL’. It’s ‘BELUM BERHASIL’
Sebenarnya postingan ini telat
banget :D
Karena kejadiannya sudah enam bulan
lalu. Tepatnya di bulan Juni 2015. Baiklah izinkan aku menceritakan kembali
cerita di postingan lalu. Di sana aku mengatakan aku bermimpi menjadi dokter
dan pada SBMPTN 2014 aku belum bisa meraih mimpi aku itu (alias gagal) dan
akhirnya aku terdampar di kampus aku yang sekarang, yaitu Universitas Negeri
Medan.
Nah, saking terobsesinya aku dengan
FK, aku memutuskan untuk mencoba kembali SBMPTN 2015. H-2 tutup pendaftaran aku
baru mendaftar. Kebayangkan galaunya antara ikut dengan tidak :D (sebenarnya
aku niat ikut namun aku tidak tau mendaftarnya kemana, saat itu disuruh ke bank
BNI. Astaga, dan kalian tau? Cabang bank ini ada di dalam kampus aku :D Tapi
karena aku pikir gabisa lagi daftar di saja aku jadi ragu. Wkwk.)
Oke. Jadi singkat cerita aku
mendaftar dan mencoba membuka kembali pelajaran aku waktu SMA. Sebenarnya aku
merasa aku tidak terlalu berjuang untuk tes tahun ini karena aku lelah dengan
perjuangan yan telah aku lakuakn di kelas 3 SMA :')
Singkat cerita aku memutuskan tidak
kembali ke kampung halaman dan menunggu hingga ujian tiba pada tanggal. Oya
pada saat itu aku memutuskan memilih panitia lokal kampus aku sendiri.
Berhubung aku mendaftar H-2 tutup pendaftaran, aku terlempar jauh dari lokasi
kampus ke SMA Metodist 8 Medan sebagai lokasi ujian. Dan demi apa meski sudah
setahun tinggal di medan aku tidak hapal jalan apalagi jalan menuju SMA
tersebut.
Alhamdulillah, aku memiliki temen
sekelas di kampus yang baik hati. Rumahnya kebetulan tidak terlalu jauh dari
lokasi ujian aku. Akhirnya aku nginap di rumah dia, bahkan diantar ke lokasi
ujian, dan pulangnya dijemput lagi (awalnya aku berlagak ngerti harus pulang
naik angkot, ternyata setelah tanya sana-sini tetap gak ngerti arah jalan) :D
Selama ujian aku merasa bersyukur.
Kenapa? Karena meski belajar aku di tahun ini tidak terlalu maksimal namun
entah keajaiban apa yang membuat semua ringkasan yang aku buat setahun yang
lalu (waktu kelas 3 SMA), hampir semua masuk. Rasanya senang sekali. aku bisa
menyelesaikan semua soal dengan baik (kecuali fisika) karena aku memang tidak
suka dengan mata pelajaran satu itu :D
Setelah pulang ujian aku langsung
kembali ke kampung halaman tercinta. Meski tidak terlalu yakin masuk, aku
berpikir yang penting aku telah mencoba. Lebih baik mencoba dan gagal daripada
tidak sama sekali!
Oya di SBMPTN 2015 aku mengambil FK
semua di pilihan aku. Sebenarnya aku hanya ingin masuk FK UNAND dan FK UNIMAL
karena alasan jarak dan hanya itu yang dibolehin ortu. Maka aku pilih di
pilihan pertama FK UNAND, kedua FK UIN Jakarta, dan ketiga FK UNIMAL. Kenapa
aku pilih FK UIN Jakarta? Karena aku yakin aku tidak akan masuk ke sana. Pikir
aku jika nilai aku tinggi aku bisa masuk FK UNAND, semwntara jika agak rendah
langsung bisa masuk FK UNIMAL. Karena dari buku passing grade yang aku peroleh
dari bimbingan belajar aku FK UNAND dan FK UIN Jakarta memiliki passing grade
yang tidak jauh selisihnya.
Selesai ujian SBMPTN 2015 menjadi
liburan yang sangat panjang untuk aku. Akhirnya aku dan keluarga memutuskan
liburan ke jawa sekalian lebaran di sana (FYI: Keluarga besar aku di jawa semua
dan aku asli orang jawa sebenarnya) :D
Oya, setelah SBMPTN pula aku
memutuskan memberikan nomer peserta aku kepada sahabat aku, Dewi. aku tidak
ingin melihat hasil yang mengecewakan dan memberitahu ke orang lain. Lebih baik
orang lain yang memberi tahu kalau aku gagal. Seminggu setelah itu aku dan
keluarga terbang ke jawa. Pada saat itu aku memutuskan meninggalkan kartu
peserta ujian aku di rumah dan menikmati liburan aku :)))
Beberapa saat kemudian, tepatnya
tanggal 9 Juli 2015 pengumuman SBMPTN. Saat itu semua orang heboh. Wajarlah! :D
Menurut informasi pengumuman akan
dilaksanakan jam 17.00 WIB. Artinya menjelang buka puasa untuk wilayah jawa.
Saat itu deg-degan bukan main. Rasanya masih sama dengan setahun sebelumnya
saat membuka pengumuman. Namun karena aku tidak tahu nomer peserta aku, aku pun
pasrah menanti kabar dari sahabat aku. Hingga waktu buka tiba, sahabat aku itu
tidak juga memberi tahu. Sementara di timeline semua medsos aku penuh dengan
ucapan selamat, kebahagiaan karena lulus, dan kesedihan karena tidak lulus :')
Ketika aku tanya ke sahabat aku
bagaimana hasilnya dia bilang bahwa belum bisa dibuka juga -_- (biasa nih, saat
heboh pengumuman server eror). Akhirnya setelah penantian lama. Sekitar jam
setengah delapan malam aku membaca pm sahabat aku tersebut. Isinya kurang lebih
'Selamat sahabatku akung, ciyee jadi juga ibu doktel'.
Rasanya seperti disambar gledek
waktu baca. aku langsung marah-marah ke sahabat aku itu. Serius aku lulus? Ga
mungkin bla bla bla *tapi sejujurnya tangan udah gemeteran saking bahagianya,
sampe-sampe gabisa lagi ngetik chat (sumpah ini alay tapi nyata loh)* :D
Saking senengnya aku langsung peluk
sepupu aku yang lagi duduk di sampingku (hiperbola bangetkan wkwk) setelah itu
sepupu aku nanya nomer pendaftaran buat mastiin. Tapi saat itu juga sahabat aku
langsung capture foto pengumumanku dan nge-send ke aku. Saat itu bener-bener
gatau mau ngapain. Rasanya senenggg bangettt!! Allahu Akbar! Lamgsung sujud
syukur :')
Saat itu orangtuaku sedang keluar.
Ketika mereka pulang aku langsung memeluk ibuku dan nangis :'D (nangis bahagia
dong!)
Aku baru merasa. Ini dia sesuatu
yang aku bilang belum berhasil! Akhirnya aku berhasil menembus FK di PTN.
Sebagai seorang anak dari keluarga menengah rasanya senang sekali. Ini adalah
jawaban doa-doaku selama setahun. Ini adalah hasil usahaku selama beberapa saat
sejak kelas 2 SMA.
Namun semua kebahagiaan itu lenyap
tatkala ayahku tidak setuju :')
Ayah memaksa aku melanjutkan
kuliahku. Memang dari awal ayah gak pernah setuju aku jadi dokter. Beliau
begitu marah sampai terjadi sedikit pertentangan di rumah. Akhirnya dengan
dukungan ibuku aku maju terus. Namun di tengah jalan, ketika melihat UKT yang
lumayan tinggi, ibuku ciut. Ibuku menyuruhku berpikir ulang. Memang, biaya
setahun di FK sama dengan biayaku hingga tamat di kampusku yang sekarang.
Apalagi aku sudah membayar uang kuliah semester 3 saat itu. Apalagi saat itu
ayahku tidak mendukung. Ibu takut jika sesuatu yang tidak baik terjadi di
tengah jalan, hanya ibuku yang mendukung. Jika terjadi apa-apa dengan ibu
(jangan sampai ya Allah) tidak ada yang mendukungku, malah akung di tengah
jalan.
Ibu menyuruhku berpikir ulang.
Karena jika aku melanjutkan luliahku di kampus sekarang, memang aku akan
melanjutkan S2, dan bisa dipastikan biaya yang dikeluarkan dengan aku lanjut S2
sama dengan biaya yang keluar jika aku mengambil FK. Hanya jika aku melanjutkan
kuliah di kampusku yang sekarang dan melanjut S2, ayahku setuju dengan hal ini.
Tapi jika aku ambil FK, Ayah sama sekali tidak setuju.
Well, dan di sinilah aku berada
sekarang. Aku masih melanjutkan kuliahku di Universitas Negeri Medan dan sedang
merangkai rencana di mana, bagaimana, kapan, dan lai-lain, untuk mengambil S2
nanti :)
Aku telah mengubur mimpi masa SMAku
dan mencoba merajut kembali mimpi yang hilang dari hatiku dengan mimpi-mimpi
baru yang menggairahkan. Toh, sukses tidak harus menjadi dokter bukan? Dari peristiwa yang aku alami, aku mengambil
kesimpulan bahwa (mungkin) memang ini jalan terbaik untukku. Allah tidak
memberikan apa yang kita inginkan, namun memberikan apa yang kita butuhkan.
Sesuatu yang kita pikir baik untuk kita, belum tentu baik untuk kita. Sungguh
Allah yang punya kuasa dan rencana dalam menentukan segala sesuatu. Tugas kita
sebagai hamba-Nya hanyalah berdoa dan berusaha dengan sungguh-sungguh karena
sesungguhnya Ia tidak buta untuk melihat usaha kita dan Ia tidak tuli untuk
mendengar permintaan kita dalam bait-bait doa :)
Akhir kata semangat untuk adik-adik
yang akan mengikuti SBMPTN! Percayalah akan kekuatan doa dan usaha! ;)
Komentar
Posting Komentar
Jangan ragu komentar ya, Teman ;)