What a wonderful 3 days!
Maybe, it's the opening sentences that can express my feeling!
Day 1
Sabtu, 7 Oktober 2017
Hari ini adalah TedTalk Challenge untuk kamu. What is TEDTalk? I guess you know what it is. But if you don't know, kindly check this link to know TEDTalk. Tema presentasi kali ini adalah tentang sesuatu yang unik dari jurusan kami masing-masing. Challengenya kami wajib membawakan presentasi hanya dalam waktu 4 menit. Di kesempatan kali ini aku bawakan tentang epigenetic. Presentasi kali ini langsung dinilai oleh dewan juri dari kakak senior XLFL Batch 3. Ada kak Aul dan kak Sherly. Selain dinilai juri, presentasi kita juga dinilai oleh teman-teman sekelas menggunakan peer assessment. Berhubung di kelas Medan saat workshop ada tambahan 4 orang kakak Batch 4, jadilah kami sekelas ada 28 orang dan setiap orang dapat 27 peer assessment.
Peer assessment ini nantinya yang akan menjadi bahan untuk perbaikan di presentasi yang akan datang. Special thank buat 27 orang yang sudah memberi masukan terbaik untukku 💙
| ||
| Peer assessment |
Di hari ini lagi-lagi kita belajar tentang teknik presentasi yang baik dari mulai gesture tubuh, teknik blocking, gaya berbicara, hingga desain ppt. Daan dari 28 orang hanya 3 orang yang pptnya bagus😄
Beberapa hal yang diperoleh di hari ini:
1. Saat presentasi pandangan mata harus tegas ke seluruh arah ruangan
2. Saat berdiri harus plented dengan jelas. Selain itu gerakan tangan juga harus tegas.
3. Gunakan gambar dengan resolusi tinggi di ppt. Usahakan satu slide untuk satu gambar.
4. Gambar slide harus berhubungan dengan materi yang kita bawakan.
Akhirnya hari itu ditutup dengan pengumuman The Best Speaker dan The Most Favorite Speaker.
![]() | |||||||||||
| Foto Bersama Dewan Juri (Kak Sherly dan kak Aul) |
Day 2
08 Oktober 2017
Di hari kedua ini kita mendapatkan materi tentang CSR yang dilakukan XL Axiata. Dapat banyak ilmu baru di hari ini karena ada informasi-informasi yang ga bakalan didapat di jurusanku (jurusan biologi). Wkwk. Terus kita ditantang buat CSR dengan menggunakan thinking tools yang udah pernah diajarkan. Waktu itu kita pake SCAMPER dan The Bono Six Thinking Hats. Hasilnya kita peroleh XL Ambulance yang terintegrasi dengan teknologi komunikasi😄
Di hari kedua ini adalah ulang tahun XL yang ke-21. Happy Birthday XL! Semoga semakin mengangkasa yaa! Really proud to be the part of you! Kita buat ini sebagai hadiah untuk XL.
![]() |
| Special Gift From XLFL B5 Medan |
Selain itu kita juga siapin surprise buat our facil, Leo Mokodompit, yang berulang tahun di tanggal 3 September. Udah lama sih. Tapi biarlah telat daripada tidak sama sekali ya 😂 dan ternyata surprisenya berhasill. But, i'm not in the place at that time because should go home to prepare my belongings. Jadi ceritanya habis workshop day 2 ini kita langsung cus ke berastagi. Tapi dengan polosnya aku ga bawa barang-barang aku, jadinya harus pulang dulu ngambil barang😁
Pas aku sampai di Graha XL lagi kita langsung siap-siap berangkat dan cus ke berastagi.
Sampai di berastagi, kita makan malam bareng terus jalan-jalan bentar beli keperluan buat daki gunung sibayak keesokan paginya.
![]() |
| Pusat Kota Berastagi |
Sehabis belanja kita langsung terlelap ke dunia mimpi di kamar masing-masing😂
Day 3
09 Oktober 2017
Ini dia hari yang ditunggu-tinggu. Fellowship day!
Tepat pukul 01.00 WIB aku bangun terus mandi dan menggigil di kamar mandi. Wkwk. If you know how cold Berastagi is! Setelah itu aku bangunin teman-teman sekamar yang akhirnya pada gabisa tidur lagi :D
Pukul 02.30 kita udah pada kumpul dan moment yang ditunggu pun datang! MENDAKI SIBAYAK!
Kita diantar sampai daerah (i dunno what is the place, maybe kaki sibayak). Setelah itu kita jalan kaki. Daaann, perjalanan baru pun dimulai. Kita jalan di aspal yang ketinggiannya sekitar 55 derajat. Sampai di pos 1 masih aman. Begitu jalan ke pos 2, tragedi baru pun dimulai. Mulai dari Amah yang (katanya) mau mati :D, Moli yang mukanya udah pucat banget, hingga Meila yang beneran muntah. Dan sebenarnya perut aku mulai terasa ga enak waktu itu, namun waktu aku melihat Amah, Moli, dan Meila yang lebih sakit dari aku, aku langsung mikir kalo aku gak boleh ngeluh, even sebenarnya pengen nyerah dan turun lagi😭
Akhirnya kami sampai di pos 3 yang (katanya) gak jauh lagi dari puncak. Udah semangat sekali meski capek. Tapi apa yang kami hadapi selanjutnya?
Awalnya aku berpikir jika jalan pariwisata sibayak itu udah diaspal hingga ke atas. Meskipun jalan paling cuma dikit aja gitu. Tapi, ternyata ekspektasi aku berbanding terbalik. Jalan yang kami lalui selanjutnya adalah jalan setapak dengan batu-batu yang tajam dan lumayan ekstrem. Selain itu kita juga harus hati-hati karena ada longsor di beberapa titik. Namun nilai plus dari anak XLFL adalah kekompakannya luar biasa. Gaada seorang pun yang ditinggal. Meski kita sudah lelah dan rasanya mau mati (kata Amah), kita tetap maju bersama dan saling kasih motivasi.
Hingga akhirnya pukul 5 sekian-sekian kami sampai di tengah gunung dan shalat subuh di sana. Rasanya luar biasaa. First time shalat di gunung😍
Lebih luar biasanya lagi karena air wudhu dan matras untuk alas shalat dibawakan teman-teman yang non muslim. Betapa indah toleransi itu bukan?😍
Bahkan mereka tahu apa yang teman-teman muslimnya butuhkan ketika berada di atas gunung. Setelah itu kabut tebal datang dan kami kedinginan. Namun tak berapa lama semua orang sibuk mengambil tempat yang bagus untuk berfoto. Ini salah satu foto terbaik
![]() |
| Terjebak di antara kabut di tengah gunung |
Setelah puas foto-foto di tengah, perjalanan kami lanjutkan medaki gunung sampai puncak. Daan sebenarnya mendaki itu benar-benar gak mudah. Kita harus benar-benar menapakkan kaki kita pada tempat yang benar agar tidak terpelesat. Jika kita terpeleset dan menjatuhkan batu yang kita pijak, bukan hanya kita yang akan jatuh, namun juga teman-teman di bawah kita. Setelah perjuangan yang cukup tangguh (wkwk) akhirnya aku perempuan keenam yang sampai ke atas. Langsung dapat sambutan meriah dari Hanin. Di puncak sibayak akhirnya kami sarapan dan buat sebuah video klip sama Leo 😄
![]() | |
| Puncak Sibayak |
Dan akhirnya sekitar pukul 9 pagi kami akhirnya turun dari sibayak dan balik ke hotel. Di hotel kami sarapan (lagi) dan bersih-bersih untuk melanjutkan trip kedua, ke Mickey Holiday. But, unfortunately, Mickey Holidaynya tutup dan hujan mulai turun. Akhirnya kami balik ke medan dan makan siang di salah satu kafe yang ada di medan. Di sana kami ngobrol dan mencoba memaknai apa aja yang telah kami dapatkan sepanjang perjalanan kami ke puncak sibayak 😊
Dari hasil sharing session berikut hal-hal yang mungkin dapat menjadi pelajaran tak terlupakan.
1. Dalam kehidupan, kita sering berpikir jika kita tidak mampu melakukan sesuatu, padahal kita belum mencoba. Sama seperti daki gunung, awalnya kami berpikir kami ga mungkin bisa, apalagi untuk bisa mencapai puncak tertinggi. Namun ketika kita memulai dan akhirnya harus terus maju, ternyata kita bisa, ga cuma sampai tengah gunung, tapi juga sampai puncak. Bahkan kita setara dengan awan pas di puncak.
2. Dalam kehidupan pula, untuk mencapai puncak, diperlukan kerja keras dan usaha. Selain itu diperlukan juga pemilihan batu pijakan yang tepat agar kita tidak terpelesat dan jatuh.
3. Masih dalam kehidupan pula, saat kita mendaki puncak bersama, beban kita untuk mencapai puncak lebih sedikit dibandingkan jika kita mendaki puncak sendirian. Ada teman-teman yang menjadi social support system yang baik untuk kita. Untuk saling menyemangati dan mengingatkan tujuan akhir kita. Selain itu, saat kita mendaki puncak bersama teman, begitu sampai di atas kita bisa celebrate keberhasilan kita bareng-bareng. It's mean bareng-bareng lebih baik dibandingkan sendiri.
4. Kemudian saat kita sudah berada di puncak, jangan pernah melupakan orang-orang yang pernah membantu kita sampai ke sana. Karena bagaimana kita hari ini, seberapa besar keberhasilan yang telah kita buat, semua itu tidak lepas dari banyak orang yang membantu kita dan mengingatkan akan tujuan akhir kita.
5. The last, kita juga bisa ambil pelajaran bahwa kita harus mampu membangun suatu social support system yang baik di sekeliling kita untuk dapat maju bersama. Jika saat ini orang-orang di sekitarmu masih egois pada dirinya masing-masing, mulailah dari dirimu untuk lebih peka. Hold your friends hand even when you tired, and you can't imagine how amazing its effects in your life.
6. Belakangan ini kita sering menganggap bahwa masalah beragama menjadi masalah yang sangat sensitif. Padahal jika dilihat dari pengalaman kami, meskipun kami berbeda-beda tapi toleransi itu tetap indahkan :))
The lasstt, there is a quotes that inspires us well. "If you want to go faster, go alone. But i you want to go far, go together!". Well, thank you so much untuk teman-teman XL Future Leaders Batch 5 Kelas Medan yang luar biasaa. You inspire me well. Meskipun kita hanya ketemu 2 bulan sekali dan sebelum mendaki sibayak ini kita hanya punya total 5 kali pertemuan tapi kalian sudah seperti keluarga yang amat teramat dekat. Saling dukung buat maju bersama and see you on, top guys! 💙💙





Komentar
Posting Komentar
Jangan ragu komentar ya, Teman ;)