Beberapa hari belakangan ada banyak sekali hal yang menyita pikiran. Puncaknya adalah hari ini saat rasanya semua jalan mentok, berusaha untuk mencari jalan keluar yang masih bisa diupayakan, hingga akhirnya Allah menunjukkan kuasaNya dengan begitu apiknya~
Hari ini berencana untuk makan bareng teman-teman satu kos di Kebon Empring, tapi qodarullah tutup dong. Padahal jarak dari kos ke Kebon Empring 45 menit. Akhirnya kita cari makan yang dekat di sana sambil membicarakan masalah penting, mengenai perpanjangan kontrakan yang tak jua menemukan penghuninya. Akhirnya kita ambil opsi lain yaitu mencari kontrakan baru yang masih terjangkau untuk kita berempat. Jadi kapasitas kontrakan yang lama itu untuk 7 orang.
Sebenarnya aku masih dilema bangett untuk tetap lanjut ngekos karena punya rumah di Klaten dan bakal jarang ke kampus juga. Jarak kampus ke rumah sekitar 45 menit yang notabenenya masih bisa dijangkau untuk pulang-pergi.
Sepulang dari sana temen-temen ikhtiar cari kosan dan aku coba ke klaten untuk minta pertimbangan bulek. Selain itu ada urusan lain yang harus aku selesaikan juga. Tidak berencana menginap karena ada beberapa hal yang harus aku selesaikan di malam harinya dan sepertinya gak akan selesai jika aku nginap di Klaten.
Jawaban bulek masih gantung juga. Sebaiknya di Jogya aja biar ga capek. Aku setuju sebenarnya. Tapi karena ibu sedang marah dan begitu sulit dihubungi belakangan membuat dilemma jika harus tetap stay di jogya padahal ibu bilang suruh stay di Klaten aja.
Akhirnya aku balik ke Jogya membawa beban yang entahlah, ga ngerti juntrungnya. Di samping pusing tesis ditambah masalah ini, benar-benar membuat beban.
Di persimpangan lampu merah ada bapak-bapak jualan tissue. Awalnya biasa aja, namun selang beberapa saat muncul rasa iba karena bapaknya seperti sudah pasrah gitu ada atau gaada yang beli. Akhirnya aku panggil bapaknya, tanya harga tissuenya. Terus waktu aku cari uang di tas ternyata ada sekumpulan uang. Aku ambil beberapa lembar kemudian kasih ke bapaknya.
Qodarullah saat abis ngasih uang ke bapaknya lampu hijau. Auto panik dong yaa..
Mana aku beli 3 tissue dan gaada kreseknya. Akhirnya aku selipin di jok depan motor dan agak worry tissuenya bakal terbang. Terus langsung ngelajuin motor gitu aja. Nah, ternyataaa resleting tas belum aku tutup dan melayanglah uang tadi ke udara gitu aja. Aku syok dong, terus coba buat minggir. Uangnya lumayan bangettt buat anak kos, bisalah buat makan tiga hari 🙃
Terus sewaktu nurunin standar eh uangnya masuk ke lubang yang mana di bawahnya sungai yang luas banget 😅 ceritanya aku lagi di atas jembatan ges. Yahhh... Sayang banget awalnya.
Tapi setelah itu aku ngerasa yaudah deh mungkin ga rezeki. Padahal di saat itu aku juga lagi krisis gegara mikirin gimana bayaran kontrakan kalo ibu gabisa dihubungi. Jadi rasanya uang itu begitu berharga xD
Hingga akhirnya aku tersadar, yahh emang bukan rezekiku. Terus doa di dalam hati ya Allah, aku ikhlas. Semoga ditemukan orang yang membutuhkan uangnya. Gaada yang sulit bagimu ya Rabb... Di sepanjang jalan aku merenung betapa baiknya Allah selama ini. Begitu banyak karunia yang Ia kasih meskipun aku seringnya lalai. Ada begitu banyaakk hal yang patut disyukuri di samping cobaan-cobaanNya. Lagian kenapa kita diuji? Karena Allah tahu kita mampu...
Begitu sampe kosan, ternyata teman-teman udah berhasil ngumpulin info kontrakan baru yang kira-kira bisa kita tempati dengan harga terjangkau. Namun itu kita jadikan opsi terakhir karena opsi pertama adalah lobbi bapak kos. Akhirnya kita coba lobbi bapak kos dengan ngechat ngasih tau keadaan kita dengan situasi yang masih ppkm dan segalanya serba online, begitu sulit mencari teman baru di kontrakan.
Sambil nunggu balasan bapak kos, ternyata ibu nelpon. Akhirnya setelah berhari-hari! Daan ibu bolehin buat perpanjang kos ditambah ngasih petuah nasehat untuk segera menyelesaikan tesis. Huhu. Terharu bangettt..
Setelah itu bapak kos balas, dan balasannya buat speechless. Beliau bilang kita boleh tetap di kosan dan bayar terserah berapa. Huwaaa emang bapak kos terbaik :''
Benar-benar tertampar rasanya. Segalanya mudah bagi Allah. Mudah sekali bagiNya membolak-balikkan hati manusia. Mudah sekali bagiNya membuka pintu hati manusia dan melancarkan urusan kita. Masya Allah.. Alhamdulillah.. Benarlah Allah gak akan ngebiarin hambaNya yang lemah dan meminta dengan kesungguhan hati. Karena Allah pun akan malu jika tidak menuruti permintaan hambaNya :''
Rasanya begitu banyak kasih sayang Allah tapi kita tetap sering lalai. Mengaku cinta tapi perbuatan dan perkataan tidak sinkron. Amalan yaumi masih berantakan, masih sering kalah melawan nafsu, dan paling sering lalai. Allah.. Ampuni kami~~
🥺🥺
Komentar
Posting Komentar
Jangan ragu komentar ya, Teman ;)