Langsung ke konten utama

Postingan

Tentang Sebuah Perjalanan

Ketika kenyataan berbenturan dengan keinginan, sering sekali sejuta mengapa timbul dalam benak kita. Padahal bagi orang yang beriman rencanaNya adalah sebaik-baik rencana.  Sebenarnya saat ini, di usia ini benar-benar banyak sekali kebimbangan yang muncul. Ketika tersadar langsung intropeksi, kenapa sih aku perlu khawatir padahal Allah pilot dalam hidup yang udah mengatur apapun yang terjadi dalam hidupku.  Berbicara soal takdir, pastinya ia akan hadir di saat yang tepat, di waktu yang tepat, dengan orang-orang yang tepat pula. Orang-orang terbaik yang Allah pilihkan. Bukankah selama ini pun begitu. Begitu banyak nikmat limpahan kasih sayang yang Allah beri.  Terlalu overthinking sampai menebak-nebak kalo kejadiannya A maka B. Kalo kejadiannya C makan D, membuat kita lama-lama futur nikmat. Maafkan kami ya Rabb..  Benarkah hidup itu sebuah pembelajaran. Setelah ku renungkan ada banyak sekali pelajaran yang Allah kasih sepanjang perjalanan hidup. Perjalanan berbeda di...

Hati yang Kuat

Post ini spesial aku dedikasikan untuk diriku sendiri..  Hai kamu, terima kasih sudah bertahan sejauh ini Memang segalanya ga mudah, tapi kamu luar biasa sudah bisa menjalani ini semua Kamu bisa memvalidasi apa yang kamu rasakan Kamu pandai sekali mengobati luka-luka yang menguak Dan kamu pun pandai sekali tetap terlihat baik-baik saja..  Terima kasih untuk kerja samanya yang sangat baik..  Orang lain memang tidak perlu tahu segalanya tentang kita Orang lain tidak perlu tahu seberapa kerasnya hidup yang kita jalani Kenapa?  Karena Allah dengan rahmatNya melimpahkan sejuta kasih sayang..  Sebenarnya kalo flash back ke belakang, aku juga amaze dengan kamu yang begitu kuat bertahan di kehidupan ini, menegarkan kaki dan hati..  Terima kasih ya karena selalu percaya apa yang Allah berikan selalu yang terbaik Terima kasih karena telah menerima takdir-takdir dengan baik karena kamu tahu bahwa itu adalah se baik-baik rencananya Kadang sedih ya, gapapa kok.  Ka...

Buku Bacaan di Tahun 2021

Halo semua..  Kali ini aku pengen ngelist daftar buku yang udah aku baca selama tahun 2021 yang ternyata tinggal 99 hari lagi 😆 Jadi di awal tahun aku targetin baca 30 buku. Let's see udah seberapa banyak yang kubaca..  1. Men are from Mars and Women are from Venus - John Gray ✅ 2. Keajaiban Toko Kelontong Namiya - Keigo Higashino ✅ 3. Merindu Sang Baginda Nabi - Habiburrahman El Shirazy ✅ 4. You Do You - Fellexandro Ruby ✅ 5. Mantappu Jiwa  - Jerome Pollin ✅ 6. Janji - Tere Liye ✅ 7. Wonderful Journey - Cahyadi Takariawan ♻️ 8. Nyala Semesta - Farah Qoonita ✅ 9. The Book of Forbidden Feeling -  Lala Bohang ✅ 10. Mengapa Luka Tidak Memaafkan Pisau - M. Aan Mansyur ✅ 11. The Power of Ideas - BJ Habibie ♻️ 12. Murder On the Orient Express - Agatha Christie ✅ 13. Teach Like Finland - Timothy D. Walker ♻️ 14. Muhammad Al-Fatih - Felix Y. Siauw ✅ 15. Hidup Cuma Satu Kali - Farah Qoonita ✅ 16. Kim Ji YeongYeong,  Lahir 1982 - Cho Nam Joo ✅ 17. Menjajak Jalan Dakwah d...

Cukup Allah Saja~

Terkadang kita perlu merasa sendiri di dunia Terkadang kita perlu merasa jatuh sejatuh-jatuhnya Terkadang kita perlu berdiam diri,  Hingga pada akhirnya kita bisa benar-benar merasakan Bahwa kita tanpaNya bukanlah apa-apa Hingga kita yakin, bahwa Allah tempat bergantung atas segala sesuatu Hingga kita yakin, bahwa Allah selalu ada untuk kita Hingga ketenangan itu menyelusup ke dalam jiwa..  Terkadang merasa malu tatkala dikelilingi orang-orang yang menyayangi kita lantas kita terlenakan olehnya..  Seolah-olah rasa cinta kita kepada manusia melebihi rasa cinta padaNya Terkadang merasa malu pula tatkala tanpa bisa kita hindari Perasaan suka dan kagum hinggap melintas dalam hati Kepada seseorang, kepada hambaNya jugaa Lantas timbul pengharapan-pengharapan dalam diri Padahal Dia sebaik-baik tempat bergantung..  Maafkan diri ya Allah, diri yang masih sering lalai :')  Hingga cobaan yang sama sering kali menerpa Karena memang belum lulus, jadi wajar kalo remedial Tapi...

Melangkah

Sebenarnya di balik hari-hari belakangan ini yang begitu berat untuk dilalui, ada banyak hikmah yang Allah ingin sampaikan. Ada banyak sekali pembelajaran yang baru aku dapatkan, khususnya terkait hubungan interpersonal dengan orang lain. Benar sekali jika kita tidak bisa mengontrol apa yang orang lain pikirkan, apa yang orang lain lakukan. Tapi kita bisa mengontrol apa yang kita pikirkan dan apa yang kita lakukan..  Tersadar pula bahwa apapun yang telah terjadi sebenarnya adalah buah doa tahun-tahun sebelumnya. Seberat apapun beban yang ada di depan mata, sebenarnya masih ada banyak hal yang patut untuk disyukuri.  Memang usia 1/4 abad membuat banyak dilemma tentang keputusan-keputusan besar dalam kehidupan. Tapi bukankah Allah Maha Besar? Gak ada yang gak mungkin selama Allah berkehendak. Hanya terkadang kita saja yang luput, lalai dalam mengingat kebenaranNya sehingga dengan mudahnya setan menyusup ke dalam hati dan menyebarkan rasa takut.  Setiap kali berbicara dengan...

Secercah Hikmah - 1 Muharram 1443 H

Beberapa hari belakangan ada banyak sekali hal yang menyita pikiran. Puncaknya adalah hari ini saat rasanya semua jalan mentok, berusaha untuk mencari jalan keluar yang masih bisa diupayakan, hingga akhirnya Allah menunjukkan kuasaNya dengan begitu apiknya~ Hari ini berencana untuk makan bareng teman-teman satu kos di Kebon Empring, tapi qodarullah tutup dong. Padahal jarak dari kos ke Kebon Empring 45 menit. Akhirnya kita cari makan yang dekat di sana sambil membicarakan masalah penting, mengenai perpanjangan kontrakan yang tak jua menemukan penghuninya. Akhirnya kita ambil opsi lain yaitu mencari kontrakan baru yang masih terjangkau untuk kita berempat. Jadi kapasitas kontrakan yang lama itu untuk 7 orang.  Sebenarnya aku masih dilema bangett untuk tetap lanjut ngekos karena punya rumah di Klaten dan bakal jarang ke kampus juga. Jarak kampus ke rumah sekitar 45 menit yang notabenenya masih bisa dijangkau untuk pulang-pergi.  Sepulang dari sana temen-temen ikhtiar cari kosan ...

Rindu

Sering banget saat futur rindu pada diri yang dulu... Ya, rindu lama-lama bermunajat, nangis saat shalat malam, hanya karena tahu bahwa kalo tanpa pertolonganNya ga mungkin diri ini bisa kuat menjalani hidup. Rindu begitu ambis mengejar mimpi, sampai tiap malam getol belajar sampai subuh, terus ga tidur lagi. Terkadang hidup rasanya mundur ke belakang, apalagi saat setan mulai sibuk menggoda. Udah tahu setan itu musuh manusia, kok ya mau aja nurut sama setan ya.  Dasar manusia. Anas bin Malik  radhiyallahu ‘anhu  berkata bahwa Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam  biasa membaca do’a: اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ “ Allahumma inni a’udzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi, wal bukhl. Wa a’udzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahyaa wal mamaat. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan,...